Saturday, November 14, 2015

Decision by One Ok Rock (Acoustic)

D
Another day, another life
G
I wanna live it to the fullest
D
A little work, A lotta play
G
Alright

Bm A G
Ashiato tadori ikitsuku basyo
Bm A G
Nazoru dakega bokuno jinsei jyanai
Bm A G
We'll never be as young as we are now

Chorus:
D A
You say it's all right, You say it's OK
Bm
It's up to you? Is that the truth? Tell me
G
I'm feeling used with no one to save me
D A
You say it's all right, Does that make it OK?
Bm
What's best for you is less for me
G
It's my decision

D G
Kierumae hikarumae kawaranai
D G
Wakaranai mamajya zettai owarenai
Bm A G
We'll never be as young as we are now

Chorus:
D
You say it's all right
A
You say it's OK
Bm
It's up to you? Is that the truth? Tell me
G
I'm feeling used with no one to save me
D
You say it's all right
A
Does that make it OK?
Bm
What's best for you is less for me
G
It's my decision


Bridge:
D A
Never Never Never Never Again
Bm G
It's my life my life my life my life to live

Chorus:
D
You say it's all right
A
You say it's OK
Bm
It's up to you? Is that the truth? Tell me
G
I'm feeling used with no one to save me
D
You say it's all right
A
Does that make it OK?
Bm
What's best for you is less for me
G
It's my decision

Saturday, May 2, 2015

Clock Strikes by One Ok Rock (chord)

Intro:
Em
What waits for you?
Em
What’s breaking through?
Cadd9
Nothing for good
Dsus
You’re sure it’s true?

Em
Eien nante naito iikitte shimattara
Cadd9 Dsus
Amarini mo sabishikute setsunai deshou?

Verse:
Em
Dare mo ga hontou wa shinjitai kedo
Cadd9 Dsus
Uragira rereba fukaku kidzutsuite shimau mono

Em
Towa ga aru sekai ga risou dewa naku
Em
Sore wo shinji tsudzukete iru sugata
Cadd9
Sore koso bokura ga nozomu beki sekai
Dsus Cadd9
To kidzuku koto ga dekita nara
Dsus
What will we have?

Chorus: 
G Dsus Em
Believe the time is always forever
Cadd9 Dsus G
And I always be here, believe it till the end
G Dsus Em
I won’t go away, and won’t say never
Cadd9 Dsus 
It doesn’t have to be afraid, you can keep it till the end


Verse:
Em
Inishie eien nante nai to iikirou
Cadd9 Dsus
Soshitara kibou ya yume wa ikutsu shinu darou?
Em
Sorega sonzai shinai koto no zetsubou
Em
To sonzai suru koto no zakoku wo
Cadd9 
Souzou wo shite ite boku wa sukoshimata
Dsus Cadd9 
Mekuru peji no te wo tomeru
Dsus
How will we end?

Chorus: 
G Dsus Em
Believe the time is always forever
Cadd9 Dsus G
And I always be here, believe it till the end
G Dsus Em
I won’t go away, and won’t say never
Cadd9 Dsus G
It doesn’t have to be afraid, you can keep it till the end

Bridge:
Cadd9 G Dsus Em (3x)
Cadd9 G Dsus

Chorus:
G Dsus Em
Believe the time is always forever
Cadd9 Dsus G
And I always be here, believe it till the end
G Dsus Em
I won’t go away, and won’t say never
Cadd9 Dsus G
It doesn’t have to be afraid, you can keep it till the end

Outro:
G Dsus
Keep it till the end
Em Cadd9
You can keep it till the end
G Dsus
And time will stay
Em
Time goes by

Cadd9 G~
You can keep it till the end~

P.S.: There are another versions of the chord of this song on the internet. You can find it by yourself. But this one, it is just sounds good in my ears and easy to play for beginner, right? Last but not least, Let me know if you have something on your mind regarding to this chord, I'd be glad. Have fun and enjoy it!

Come On.

Beberapa hari yang lalu di sela-sela jam kantor yang cukup padat, gue chatting sama temen gue melalui salah satu aplikasi instant messenger untuk menunggu waktu makan siang yang tidak beberapa lama lagi. Gue lupa siang itu kita lagi ngobrolin apa sampai tau-tau kita membahas tentang 'move on'. Kalian pasti bosen ya karena belakangan ini isi post gue gak jauh-jauh dari itu.

Oh iya gue inget, kita lagi ngomongin kemahasiswaan. Kalo gak salah waktu itu gue lagi nanya-nanya ke dia tentang bagaimana keadaan kampus saat ini. Soalnya dari akun twitter kemahasiswaan kampus gue yang gue follow, rasanya keadaaan kemahasiswaan saat ini sedang bergejolak. Sampai bulan April belum ada Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (K3M) yang terpilih loh. Sampai dia bilang.

"Ini apa sih udah lulus juga masih kepooo aja sama kemahasiswaan"

"Yah namanya juga alumni muda ti, masih belum move on dari kemahasiswaan"

"Bilang aja belum move on dari kemahasiswiannya kak (grin)"

"Iya, kayak lo yang belum move on dari si itu kan"

"Kaktor kaliiiii yang belom move on dari si anu, malah ngeledekin orang"

"Hahaha, lah emang gue belom move on kok dari si anu"

"Kok santai sih ngejawabnya?"

"Lah emang kenapa?"
 "Gini ya, menurut gue mah gak move on itu bukan berarti tiap detik lo mikirin dia sambil nangis-nangis di dalem kamar. Kalo buat gue, gak moveon itu cuma berarti kita gak bisa atau belum bisa suka sama orang lain selain satu orang yang gak bisa bikin kita move on ini. Saat kita belum move on, kehidupan kita tetap berjalan seperti biasa. Kita masih hangout sama temen, masih ketawa-ketawa, masih makan tiga kali sehari. Masa iya kita nangis tiap hari? Engga kan? Jadi buat gue 'gak move on' itu bukan sebuah aib yang harus lo singkirkan dan malu untuk lo akui."

"Ya gapapa sih, asal mau terpuruk terus mah"

"Iya gue udah tau kok konsekuensinya."

Juni 2012 merupakan awal pertemuan gue dengan dia. Dalam hanya satu detik pertama gue melihat dia, gue merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Sesuatu yang gak gue lihat ketika gue melihat cewek lain. Sesuatu yang gak bisa gue jelaskan dengan kata-kata. Sesuatu yang langsung membuat gue bilang 'She is the one.'

Sejak moment itu, gue berjanji sama diri gue sendiri kalo gue harus bisa deket sama dia. Long story short, we were close and I confessed my feeling to her and I got rejected, many times. Well, kadang gue suka bingung perbedaan antara berani berjuang sama tolol. But, it's good to know that I am not the only one who did this.

This kind of guy is real. Trust me, I've been there and I've done that.
Sampai saat ini, gue belum pernah bisa merasakan perasaan seperti itu lagi ketika gue melihat cewek lain. Makanya, gue lebih memilih untuk sendiri seperti ini sampai akhirnya gue bisa merasakan perasaan seperti itu lagi ke cewek lain.

Sunday, April 12, 2015

Undone

'Tor. Jangan. Lo ngapain sih ketemu dia lagi? Urusan lo sama dia tuh udah berakhir. Udah beres. Udah kelar. Kalo kayak gini caranya, usaha lo selama ini buat ngelupain dia jadi gak ada artinya.'

'Gue tau vin. Tapi gue cuma pengen melihat dia satu kali lagi aja. Soalnya gue ...' ada jeda sebentar sebelum gue berhasil menyelesaikan kalimat gue '... kangen.'

'Terserah lo deh. Paling nanti gue tinggal bilang gini ke lo "Gue bilang juga apa" ...'


McDonald's Dago, Bandung, 29 Maret 2015, 14:25 WIB.

'Hey, sorry ya baru sampe. Udah lama nunggu?' kata gue
'Baru 5 menitan yang lalu kok, titip tas dong mau ke toilet nih'
'Sok sok'

Gue yang males nunggu sendirian dan kepanasan akhirnya memutuskan untuk ke kasir mencari sesuatu yang bisa menghilangkan rasa dahaga gue. Gue pasti terlihat sangat aneh pada waktu itu karena gue berjalan dari tempat duduk kita sampai ke kasir dengan memakai tas dia. Setelah bepikir cukup lama untuk memesan apa akhirnya gue memutuskan untuk memesan satu McFlurry Oreo. McFlurry Oreo yang gue pesan sampai bersamaan dengan dia yang sudah selesai dari toilet.

Saat kita mau balik ke tempat duduk kita yang tadi, ternyata tempat duduk kita sudah diisi oleh orang lain. Gue pun mengajak dia untuk mencari tempat duduk di lantai 2. Lantai 2 pun gak kalah ramenya waktu itu, tapi untungnya kita masih bisa dapet tempat duduk. Setelah kita berhasil mendapatkan tempat duduk, akhirnya dia membuka obrolan.

'Kok tumben ngechat gitu? Itu dibajak lagi ya?' kata dia sambil mengambil satu buah botol pocari sweat dari dalam tasnya. Dia sangat menyukai minuman ini. Dari pertama kali gue mengenal dia, gue selalu memperhatikan, dimana pun dan kapan pun, dia pasti selalu mempunyai sebuah botol pocari sweat di dalam tasnya.

'Hahaha engga kok, kali ini emang beneran gue' jawab gue.
'Serius?'
'Iya serius, kok gak percaya sih'
'Ya abisnya kan udah beberapa kali setiap ngechat kayak gitu, eh ternyata dibajak.' kata dia sambil mengekspresikan wajah-sedikit-kesalnya yang udah lama gak gue liat. She was adorable, as always, even when she's showing her annoyed face. Gue cuma senyam senyum menanggapi perkataan dia yang itu.

Butuh waktu beberapa menit untuk gue terbiasa ngobrol sama dia lagi. Karena seperti yang kalian tahu, gue udah lama gak ngobrol sama dia secara langsung seperti ini. Gue. Canggung.

Setelah basa-basi cukup lama akhirnya obrolan kita gue lanjutin ke topik yang sebelumnya mau gue bicarakan sama dia secara langsung. Sebenernya topiknya sangat gak penting. Sebenernya alasan utama gue ya emang cuma ingin ketemu sama dia aja. Mulai dari topik yang gak serius ini, topik yang gue jadikan alasan supaya gue bisa ngajak dia ketemuan, kita beranjak ke topik yang lebih serius.

'Gue rasa, kita gak akan pernah bisa biasa lagi.'
'Kok, kenapa?' tanya gue penasaran.
'Liat aja sikap lo ke gue, gue ngerasa lo ngusir-ngusir gue dan pengen gue cepet pergi dari sini' Ada jeda sebentar sebelum dia melanjutkan perkataannya 'Gue udah kenal lo dari lama kali, gue tau saat lo biasa aja dan saat lo gak biasa aja.'
'Gitu ya.' kata gue singkat

Gue merenungkan perkataan dia dan berusaha mengingat-ingat apa yang gue lakukan beberapa menit yang lalu, dan gue setujuh dengan pendapat dia. I was freaked out. I was unconsciously doing that.

Gue mau mempertahankan obrolan kita selama mungkin tetapi disisi lain gue gak mau terlalu lama bareng sama dia. Gue takut semua usaha gue untuk move on selama ini akan sia-sia (padahal udah sia-sia). Gue takut obrolan-obrolan kita nantinya malah akan membawa gue kembali ke masa lalu. Makanya gue terlihat seperti ingin mengakhiri pertemuan kita ini secepatnya. Padahal sesungguhnya gue gak ingin cepet-cepet pergi dari sini. Gue gak ingin pertemuan ini cepat berakhir.

Kita berdua beranjak dari tempat duduk kita masing-masing. Keheningan menyelimuti kita berdua, masing-masing dari kita gak berkata apapun sampai kita menuruni tangga menuju lantai 1.

Gue berhenti tepat di depan kasir di lantai 1. Dia pun berhenti. 'Sampai ketemu lagi ya' kata gue 'Sorry ya buat yang tadi, mungkin gue kurang senyum aja. Jadi gue kelihatannya sensi dan gak ramah'. Gue gak menjelaskan alasan utama gue kenapa gue terlihat seperti berusaha ingin buru-buru pergi dari dia. Kenapa gue terlihat ingin mengakhiri pertemuan kita secepatnya.

Dia hanya membalas gue dengan senyuman kecil. Bukan senyuman yang menandakan bahwa dia sedang dalam keadaan baik-baik saja. Tapi senyuman yang dibuat-buat. Senyuman yang menandakan bahwa dia sedang memikirkan sesuatu yang membuat dia gak nyaman.

Dia berjalan menjauhi gue dan keluar melalui pintu kaca yang transparan. Gue hanya melihat dia berjalan terus dan terus menjauhi gue. Berjalan ke tempat yang gak bisa gue jangkau lagi. Pintu itu tertutup perlahan seiring dengan jarak antara kita berdua yang semakin menjauh.

Setelah dia sudah tidak terlihat lagi. Gue duduk, dan menghabiskan McFlurry Oreo gue, saat pengeras suara di dalam ruangan memainkan lagu Shake It Out dari Florence + the Machine.

Gue melihat ke sekeliling sampai mata gue terpaku di suatu titik. Gue melihat ke tempat duduk, tempat dimana kita pernah makan bareng pertama kali. Tempat duduk itu kosong. Tapi beberapa detik kemudian, tempat duduk itu terisi oleh dua orang. Gue melihat bayangan gue dan dia saat kita makan bareng dulu. Dia terlihat begitu bersemangat menceritakan sesuatu. Sementara gue, gue sedang menghabiskan soft drink gue dan mata gue gak pernah lepas memperhatikan dia yang sedang menceritakan sesuatu.

Bayangan gue dan dia hilang saat ada sebuah keluarga kecil yang menempati tempat duduk itu.

Susunan bangku di sini belum berubah sama sekali, masih sama seperti waktu itu. Sama seperti gue yang belum berubah. Gue yang masih mengagumi dia sampai saat ini, rasa kagum yang gak pernah berkurang seperti saat pertama kali gue melihat dia 3 tahun yang lalu.

"And I've been a fool and I've been blind
I can never leave the past behind
I can see no way, I can see no way
I'm always dragging that 'horse' around

And our love is passed, it's such a mournful sound
Tonight I'm gonna bury that 'horse' in the ground
So I like to keep my issues drawn
But, It's always darkest before the dawn"

Shake it Out - Florence + the Machine

Sunday, March 8, 2015

Will

‘Woy bangun asu, udah jam 9 lewat ini’

Gue masih ngantuk banget saat Wahyu mencoba membangunkan gue dari tidur gue yang nyenyak. Gue berusaha membuka mata gue perlahan. Ada rasa perih yang muncul saat gue membuka mata gue karena gue emang baru tidur beberapa jam.

‘Lo tidur jam berapa nyet?’ Gue menjawab pertanyaan Wahyu dengan membuka tangan gue menunjukkan jumlah jari gue yang ada 5.

‘Jam 5?’ kata Wahyu. Gue cuma mengangguk kecil kemudian membungkus badan gue dengan selimut berusaha untuk melanjutkan tidur gue lagi.

***

Cerita ini bermula pada hari Jumat, 6 Maret 2015. Gue dateng ke Bandung untuk memberikan selamat kepada teman-teman gue yang baru saja mendapatkan gelar Sarjana Tekniknya sekalian mengambil beberapa barang gue yang masih ketinggalan di Bandung.

Setelah seharian di kampus untuk menyambut teman-teman gue yang selesai sidang akhirnya gue, Wahyu dan Alvin pun meluncur ke sebuah tempat makan di Jalan Veteran untuk makan malam sekalian traktiran ST si Wahyu.

Karena gue dan Alvin sudah gak punya kosan di Bandung, akhirnya kita sleep over di rumahnya Wahyu. Gue nyalain personal computer yang ada di kamarnya Wahyu dan gue memainkan sebuah game RPG offline sampai gue gak sadar udah adzan Subuh.

***
Gue masih berusaha buat tidur lagi sampai Alvin masuk ke kamar.

‘Ini si Tori tidur pagi anjir, Gue bangun jam setengah 5 buat ngecek hape terus dia masih di depan komputer.’ kata Alvin ke Wahyu. ‘Emang si tai ini sampah’ kata Wahyu.

‘Gak bisa tidur gue asu’ kata gue membela diri ‘Gak bisa tidur apa gak berusaha untuk bisa tidur lo.’ bales Wahyu. Tiba-tiba rasa kantuk gue hilang begitu aja mendengar perkataan Wahyu barusan.

Gue masih berada dalam balutan selimut gue saat gue menyadari, mungkinkah hal ini juga berlaku untuk kasus yang lain? move on misalnya.

Temen-temen gue banyak yang mengetahui hubungan gue dengan Lani (nama samaran). Kisah gue dengan Lani pernah gue ceritakan di blog gue tetapi udah gue hapus karena beberapa alasan. Temen-temen gue sering nanya ketika mereka ketemu sama gue lagi ‘Lo udah move on dari Lani, Tor?’ Gue selalu merespon pertanyaan mereka dengan sebuah anggukan sambil mengatakan ‘Udah kok.’ sambil tersenyum.

Padahal gue gak pernah bisa menyingkirkan dia dari pikiran gue sedetik pun, sampai saat ini. Gue lebih memilih untuk tidak membahas dia ke temen-temen gue dan menunjukkan sisi galau gue ke mereka, tapi gue lebih memilih untuk tersenyum setiap saat di depan temen-temen gue. Supaya mereka beranggapan bahwa gue udah baik-baik aja, meskipun sesungguhnya gue masih ‘hancur’ di dalam.

Disisi lain, gue selalu menjawab pertanyaan temen gue dengan ‘Gue udah move on dari dia kok’ karena gue berharap gue bisa termotivasi untuk melupakan dia. Tapi ternyata gue gak bisa.

Mungkin memang selama ini bukan gue yang gak bisa move on tetapi gue lebih memilih untuk gak berusaha buat move on.

Sunday, March 1, 2015

Bukan Sembarang Lagu.

I realize that someday in the future I will have trouble remembering this chant. So in that case, I just write it down here so I will never ever forget how it feels like to perform this chant with my fellow brother and sister in KMPN.

Ini bukan sembarang lagu
Lagu buat semua kawanku
Yang di depan yang di belakang
Yang di tengah dan di samping
Berbaris, menjadi satu

Satukan langkah derap dan tekadmu
Satukan semua jadi satu
Hambatan dan rintangan
Semua kami singkirkan
Tak satupun jadi penghalang

Lihatlah wahai semua isi dunia
Inilah kami KMPN
Penerbangan! Hati kami!
KMPN! Jiwa kami!

Jayalah jaya selama-lamanya!


Jakarta Convention Center, 1 December 2012.

Wednesday, February 25, 2015

2 bulan by Vanya "Sitoa" Wilhelmina

"Berawal dari iseng doang ngisi waktu liburan, eh ternyata waktu liburan kepotong banyak dan hectic. Tapi semua itu ga ada apa-apanya dibandingkan moment yang didapet. Yak, itulah kami. Kami dipanggil Nagasaba Kirana, guru Jaya Kirana, dulu Winaya Sunda, murid Antakusuma, nerusin Biantara. Kami adalah pendiklat divisi tata tertib kelompok OSKM 2012.

Makasih banyak buat temen-temen Nagasaba Kirana alias WinSun sabi booots yeah buat perjalanan 2 bulan terakhir. Ibarat lagu My World is Full with You, kalian semua udah ngisi dunia gue hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan. Dari kita ngonsep diklat bareng, main bareng, makan bareng, nginep bareng, dan apapun bareng, rasanya seneng banget bisa dapetin moment kayak gini. Selama diklat, banyak hal menyenangkan bersama kalian semua :)

Ocen si kordiv terbully, Tori si galau, Rival dan Tahera si idola para caplok, Dewa dan Natan si MC modus, Kevin si lawak, Ilman yang tetap berkata kecewa, Cella dan Gema dan Denaya yang kalo udah keluar muka marah semua caplok bakalan ciut gue rasa, Bame si komandan disiplin, para taplok HME (Victor, Gacil, Adit, Josi, Alfian, Hasfi, Dibre, dkk) yang datang bersama pulang bersama, Cece dan Ferdi yang selalu bersama, geng Plano (Nurul, Tendi, Yoyo, Fifi, Gina, dkk) yang kalo satu ada semua ada, Kibe dengan muka ngantuk, Ican sang kabid seminar, Evan yang awal-awal lupa kejarkom, Sarden si disiplin, Mardian yang tukang mecahin suasana, Nyoman dan Adi sang telor kuah sejati, Jibo yang sangat aktif, Gilang tetap yang terbaik, Fanny kecil-kecil cabe rawit, Donny yang sejenis Mardian, Rere sang programmer data caplok, Nito yang terlupakan, Citra si ibu sekertaris bersama Gema, Azahrul dan Denis dan Abud sang mamet, Olin yang menjanjikan oleh-oleh ditunggu yah haha, Jeffry sang danlap bersama Sumbranang si Korlap bersama juga Eki dan Babdur si danlaps, dan semua yang tak dapat disebutkan satu-satu disini :’)
Satu kalimat buat kalian semua: Terima Kasih dan selamat menunaikan ibadah puasa hingga nanti lebaran tiba

Tetap ceria dan sabi yah Nagasaba Kirana ({}) Jangan putus meski diklat udah kelar. Ini grup facebook diramaikeun terus kalo bisa haha"

Vanya Wilhelmina - 9 Agustus 2012.

P.S.: Post kali ini memang 100% gue copas dari tumblrnya Vanya. Gue lagi galau sekarang karena kangen mereka semua. Postingan ini benar-benar mewakili apa yang gue rasakan saat ini. If only I could back in time, I would treasure every moment with you guys.. I miss you all, I really do.

Tuesday, February 24, 2015

Better That We Break by Maroon 5 (chord)

G

Verse:
G
I never knew perfection til
Dsus

I heard you speak, and now it kills me
Em Dsus
Just to hear you say the simple things
G
Now waking up is hard to do
Dsus

And sleeping is impossible too
Em Dsus

Everything's reminding me of you
D

What can I do?


Chorus:
G Dsus
It's not right, not okay
Em Dsus Cadd9
Say the words that you say
Dsus
Maybe we’re better off this way?
G Dsus
I’m not fine, I’m in pain
Em Dsus Cadd9
It’s harder everyday
Dsus
Maybe we’re better off this way?
D
It’s better that we break…

Verse:
G
A fool to let you slip away
Dsus

I chase you just to hear you say
Em Dsus

You’re scared and that you think that I’m insane

G
The city looks so nice from here
Dsus
Pity I can’t see it clearly
Em Dsus

While you’re standing there, it disappears
D

It disappears


Chorus:
G Dsus
It's not right, not okay
Em Dsus Cadd9
Say the word it should say
D
Maybe we’re better off this way?
G Dsus
I’m not fine, I’m in pain
Em Dsus Cadd9
It’s harder everyday
Dsus
Maybe we’re better off this way?
D
It’s better that we break

Bridge:
Cadd9 Dsus
Saw you sitting all alone
Cadd9 Dsus
You’re fragile and you’re cold, but that’s all right
Cadd9
Life these days is getting rough
Dsus
They’ve knocked you down and beat you up
Em Dsus D
But it’s just a rollercoaster anyway, yeah


Chorus:
G Dsus
It's not right, not okay
Em Dsus Cadd9
Say the words that you say
Dsus D
Maybe we’re better off this way?
G Dsus
I’m not fine, I’m in pain
Em Dsus Cadd9
It’s harder everyday
Dsus D
Maybe we’re better off this way?

G Dsus
I’m not fine, not okay
Em Dsus Cadd9
Say the words that you say
Dsus D
Maybe we’re better off this way?

G Dsus
I’m not fine, I’m in pain
Em Dsus Cadd9
It’s harder everyday
Dsus D
Maybe we’re better off this way?
Dsus D G
It’s better that we break, baby

P.S.: Please let me know if you have something on your mind regarding to this chord. Just leave it on the comment section.

Ours by Taylor Swift (chords)

First of all, I hate to admit that this chord sounds better with capo. But don't be sad if you guys don't have any capos. It still sounds good without it.

Capo 5

Intro:
G Dsus Cadd9 (2x)

Verse:
G Dsus Cadd9
Elevator buttons and morning air
G Dsus Cadd9
Strangers' silence makes me wanna take the stairs

G Dsus Cadd9
If you were here we'd laugh about their vacant stares

G Dsus Cadd9
But right now my time is theirs


G Dsus Cadd9
Seems like there's always someone who disapproves
G Dsus Cadd9
They'll judge it like they know about me and you
G Dsus Cadd9
And the verdict comes from those with nothing else to do
G Dsus Cadd9 Dsus
The jury's out, but my choice is you

Chorus:
Cadd9 Dsus
So don't you worry your pretty little mind
G Em
People throw rocks at things that shine
Cadd9 Dsus Em
And life makes love look hard
Cadd9 Dsus
The stakes are high, the water's rough
G Dsus Cadd9 (2x)
But this love is ours

Verse:
G Dsus Cadd9
You never know what people have up their sleeves
G Dsus Cadd9 
Ghosts from your past gonna jump out at me
G Dsus Cadd9 
Lurking in the shadows with their lip gloss smiles
G Dsus Cadd9 Dsus
But I don't care 'cause right now you're mine... and you'll say


Chorus:
Cadd9 Dsus
Don't you worry your pretty little mind
G Em
People throw rocks at things that shine
Cadd9 Dsus Em
And life makes love look hard
Cadd9 Dsus
The stakes are high, the water's rough
G Cadd9 Em Cadd9
But this love is ours
Bridge:
Em Dsus Cadd9 
And it's not theirs to speculate
G
If it's wrong and
Em Dsus
Your hands are tough
Cadd9 G
But they are where mine belong and
Em Dsus Cadd9
I'll fight their doubt and give you faith
G Dsus Cadd9
With this song for you

G Dsus Cadd9
'Cause I love the gap between your teeth
G Dsus Cadd9
And I love the riddles that you speak
G Dsus Cadd9 G
And any snide remarks from my father about your tattoos will be ignored
Dsus Cadd9 Dsus
'Cause my heart is yours

Chorus:
Cadd9 Dsus
So don't you worry your pretty little mind
G Em
People throw rocks at things that shine
Cadd9 Dsus Em
And life makes love look hard
Cadd9 Dsus
Don't you worry your pretty little mind
G Em
People throw rocks at things that shine
Cadd9 Dsus G Em
But they can't take what's ours
Cadd9 Dsus Em
They can't take what's ours

Cadd9 Dsus
The stakes are high, the water's rough
G~
But this love is ours


P.S.: Please let me know if you have something on your mind regarding to this chord. Just leave it on the comment section.

Sunday, February 1, 2015

It's "Love."

Jeanette: Ted, listen to me. You are being crazy. 

Ted Mosby: I am being crazy?!

Jeanette: Yes! How long have you been hung up on Robin? Eight years?! and you are still killing yourself to fetch dumb little trinkets for her. That's crazy! That's more than crazy. I don't think there's a word for what that is!

Ted Mosby: Actually, there is a word for that. It's "love." I am in love with her, okay? 

Ted Mosby: If you are looking for the word that means caring about someone beyond all rationality and wanting them to have everything they want, no matter how much it destroys you, it's love!

Ted Mosby: And when you love someone, you just, you... don't stop, ever. Even when people roll their eyes or call you crazy. Even then, especially then!

Ted Mosby: You just don't give up! because if I could give up... if I could just, you know, take the whole world's advice and move on and find someone else, that wouldn't be love. That would be some other disposable thing that's not worth fighting for. 




Wednesday, January 21, 2015

How to Make a Heart Curve using Simulink

Hello guys, well I have a lot of free time right now and I have no idea what to do to killing time so I decided to open Matlab in my computer and draw some stuff... using Simulink! Hahaha.



I created a .mdl file that can draw heart curve in 2-D plane. You know that the valentine day is approaching right? Give her/him a hand-made chocolate is too mainstream, I guess. So why don't you try this one? I think it is not too hard to do even though you are beginner. If you really have no idea how to use Simulink, there's still plenty of time for you to practice right?

So, this is the steps to draw a heart curve in 2-D plane using Simulink:
1. First, you need to know the heart curve formula. You can find the formula in here, Heart Curve Formula. Thanks to Weisstein, Eric W. you make it more easier.
2. Now, open Matlab in your computer > open Simulink > open new model. You will be faced by a blank space. The picture below shows my final model. I make it colorful to make it easier for you to understand. You can choose any heart shaped curve you prefer among those available 6 heart shaped curve, but I'll choose the perfect one.


3. Next step is create the model from available blocks in the Simulink library. This is a block cluster inside the blue box. It represents equation x=16sin^3(t).
4. Then, this is a block cluster inside the red box. It represents equation y=13cos(t)-5cos(2t)-2cos(3t)-cos(4t).

5. Then, you need to connect the ouput X and Y in "XY Graph", the green one, block.
6. For the input, you just need to use block "Clock", the cyan one.
7. Now, run the program by pressing (Ctrl+T) and see the magic happens.

So, what are you waiting for? Open your Matlab, create this and send it to your love one. You can thank me later.

P.S.: Please let me know if you have something on your mind regarding to this tutorial or if you need to see my .mdl file, you can leave your comment below.

Wednesday, January 14, 2015

Kemeja Ganteng

Beberapa hari yang lalu gue membaca artikel hipwee tentang gaya berpakaian cowok yang menurut cewek keren. Setelah gue baca artikel tersebut dengan seksama gue menyimpulkan bahwa menurut sebagian besar cewek, cowok yang menggunakan kemeja dan sepatu maka tingkat ke-kerenan-nya akan bertambah beberapa persen.

Berbica tentang hal ini, gue jadi punya sebuah pengalaman yang membuktikan fakta tentang artikel dari hipwee ini.

***

Suatu hari di bulan September 2013.

Gue baru aja selesai mandi pagi, setelah lebih dari 2 hari gak mandi gara-gara hujan yang sering turun di Bandung yang bikin mager buat mandi, saat gue melihat ada pesan singkat yang masuk ke handphone gue.

"Toooor! Nanti malem kita jadi dinner, pake baju rapih ya." kata Cia dalam pesan singkatnya.
"Oke. Dinner dimana sih?" bales gue singkat.
"Ada deh, rahasia." bales dia setelah tidak lama gue mengirimkan pesan singkat gue.

Gue memutuskan untuk tidak membalas pesan singkat dari temen gue itu tadi dan langsung memilih pakaian apa yang akan gue kenakan untuk dinner malah hari nanti. "Baju rapih, baju rapih, baju rapih" kata-kata itu terus gue ulang-ulang dalam hati sambil gue mencari baju rapih di tumpukan lemari pakaian gue.

Berhubung gue tidak akan pulang lagi ke kostan karena aktifitas gue di kampus yang cukup padat, akhirnya gue memutuskan untuk mengenakan polo shirt berwarna putih dengan logo suatu brand pakaian pada bagian dada sebelah kirinya.

Gue memilih polo shirt karena gue males ke kampus berpakain rapih. Gue ngerasa out of place aja kalo ke kampus berpakaian rapih jika tidak ada acara tertentu yang mengharuskan gue untuk berpakaian rapih. Ini kampus bukan mall. Jangan kayak kampus sebelah, mau kuliah tapi pakaiannya udah kayak mau ke mall. Lagipula waktu itu gue berpikir, paling kita cuma akan dinner di suatu tempat makan biasa.

Gue lagi di KMPN sambil mengisi waktu luang saat Cia dan Yajo nyamperin gue dari belakang.
"Woy Tor, lo nanti pake baju ini doang?" kata Cia.
"Iya, emang kenapa? rapih kan?" gue jawab
"Dih elo tuh ya, kita mau makan di tempat bagus tau. Masa baju lo kayak gini."
"Hah..... Makan dimana sih? paling juga Gokkana? Hanamasa? Giggle Box?"
"Ada deeeh" Masih aja sok rahasia-rahasian aja si kampret ini. "Lo gak akan pulang ke kosan dulu? Ganti kemeja gitu" kata dia lagi
"Yah gue cuma punya kemeja 1 biji. Itupun lagi dicuci. Lagian mager ah gue kalo udah di KMPN" Gue ngeles dan emang mager. Gatau ya rasanya kalo udah di KMPN itu males banget kemana-mana. Bahkan sekedar hanya untuk membeli makanan ya.

"Yaudah tar gue cariin kemeja di apartement gue. Tar malem gue bawain. Daripada lo pake baju kayak gini, malu-maluin ntar." Gue cuma bengong menanggapi perkataannya Cia.
"Wahyu mana? Ajakin jangan lupa. Gue balik dulu ya."
"Iyaaa..." dan gue langsung nyamperin temen gue.
.
.

"Mau diculik makan dimana sih kita nyet, kok dua orang itu lebay bener harus pake baju rapih segala."
"Gatau gue juga. Hotel kali."
"Iya kali ya. Tau ah. Ikutin aja kata mereka, yang penting gratis." Kata gue. Yah namanya juga (dulu) masih mahasiswa, tawaran apapun yang gratisan pasti disikat kan? (grin)

Setengah 7 malem gue lagi duduk di depan KMPN pas Cia ngabarin gue kalo mereka berdua udah nungguin di depan parkiran sipil.

"Oke, kita otw kesana" bales gue singkat. Gak beberapa lama kita sampai di depan parkiran sipil dan langsung masuk ke mobil mereka.
"Nih tor kemejanya, cobain pake." kata Cia sambil menyodorkan kemeja kotak-kotak berwarna hijau dan hitam ke gue. Gue mengambilnya dan langsung gue coba pake. "Ahhh ini mah kegedean ci." kata gue.
"Hahaha iya itu kemeja kakak gue, gapapa udah ih yang penting rapih"
"Ya rapih sih, tapi kan gue jadi gak keren kalo pake kemeja kegedean kayak gini"

Akhirnya sepanjang dinner di tempat makan tersebut gue harus pake kemeja yang kebesaran. Untungnya tempat dinner nya gak rame, jadi gue bisa puas makanin semuanyaaaaa... eh maksudnya gak malu pake kemeja kegedean.

Kepo gak gue akhirnya dinner dimana? Kepo kan? Tapi gak mau ah gue ceritain, pokoknya tempatnya sabi! Makananya juga sabi! (iyalah gratisan)

Yap, this is the end of the post. Kalian harus tau, sejak kejadian itu karena gue gak kemeja. Akhirnya pada ulang tahun gue di tahun 2013 gue dihadiahin kemeja sama mereka bertiga. Keren kan temen-temen gue? :')

Btw, ini beberapa foto gue saat berkemeja. Jarang-jarang gue pake kemeja, biasanya kaos obolongan doang. Gerah euy soalnya. Ganteng gak? Bilang ganteng aja udah meskipun gue gak ganteng, nyenengin orang gak ada salahnya kan. (sad)




Tuesday, January 13, 2015

Idealisme vs Realita.

Terjebak di sebuah hubungan dimana lo harus terpaksa buat mengatakan "cinta" tiap hari itu gak enak. Padahal di dalam hati lo gak ada "cinta" sedikitpun. Gue pernah, setiap hari gue harus berbohong, setiap hari gue harus menjadi orang yang bukan diri gue sendiri. Bayangin gimana rasanya terjebak dalam hal seperti itu selama beberapa hari/bulan/tahun?

Setelah pengalaman itu gue belajar untuk jangan pernah berpikir "Ah coba aja dulu, kali aja gue bakal cinta/betah/kerasan" dalam hal apapun yang membuat lo terikat. Seperti pacaran, menikah, kuliah, atau kerja.

Untuk itulah selama ini gue menjomblo karena gue gamau terjebak dalam 'ikatan' yang seperti itu lagi. Well, gak valid juga sih pernyataan gue yang sebelumnya. Soalnya selama 2 tahun terakhir ini gue mengejar seorang cewek yang sama. Seorang cewek yang cuma butuh 3 detik buat bikin gue jatuh cinta. Meskipun pada akhirnya gue harus ditolak 3 kali oleh dia karena dia punya keyakinan kalo dia gak yakin sama gue. Bingung bingung deh lo.

Tapi gue berpikir dan mencoba untuk menempatkan diri gue di posisi dia, dan gue pasti akan melakukan hal yang sama. Pasti.

Seperti yang sudah gue jelaskan di awal. Emang enak rasanya kalo menjalin hubungan dengan sesuatu/seseorang yang gak lo sukai? Gak enak pasti. Disini lah gue sadar dan menerima kekalahan gue. Kalo gue cinta tapi dia gak cinta? Kalo gue paksain pasti gak akan baik jadinya hubungan kita nanti.

Begitu juga prinsipnya dengan mencari kerja. Jujur sekarang gue sedang kelimpungan untuk mencari kerja yang sesuai sama jurusan gue. Sejujurnya gue cinta banget sama yang namanya aerospace. Gue suka setiap aspek di dalamnya. Aerospace itu keren, unik, leading-edge technology, dan aerospace itu adalah masa depan.

Gue masih pengen bisa bekerja di tempat yang masih berkaitan dengan aerospace. Tapi kenyataan pahitnya adalah aerospace engineer di Indonesia rata-rata belum banyak dibutuhkan karena keterlambatan perkembangan teknologi di negara tercinta kita ini, Indonesia, dan perusahaan yang biasanya mempekerjakan aerospace engineer di Indonesia membayar engineernya dengan tidak layak. Sedih.

Lalu, ketika idealisme terbentur dengan realita? Siapakah yang akan menang? Apakah gue harus bekerja dengan gaji minimal tapi berhubungan dengan aerospace yang gue cintai demi memajukan cita-cita bangsa? atau gue harus bekerja dengan gaji maksimal tapi bukan di aerospace, di bidang lain yang gak sama sekali gue cintai seperti aerospace?

Yah, gue kalo bisa cari kerja yang gue cintai jadi gue gak ngerasa kerja. Makanya gue sampai sekarang memilih untuk pengangguran dulu sampai gue benar-benar dapet kerja yang cocok.

Tapi seringnya, kita tidak pernah mendapatkan apa yang sesuai kita harapkan. Semua pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Jadi jangan kebanyakan milih ya!

Yap, this is the end of racauan gue siang hari ini. Buat yang memiliki pengalaman serupa kalian mungkin bisa share di comment box di bawah ini. Semoga gue mencapai titik yang paling efektif di antara keduanya. Semoga. Amin.

Ciao!

Monday, January 5, 2015

Drive-in Movie Theater!

Gue merupakan orang yang sangat menyukai film. Dulu (kesannya kayak udah lama banget) ketika gue masih kuliah, gue menonton hampir semua film baru yang keluar di bioskop. Rasanya seperti ada yang kurang kalo lo gak nonton film baru itu di bioskop, selain kita akan lebih update dengan perkembangan dunia perfilman, nonton di bioskop itu juga seru karena gue biasanya nonton bareng temen-temen gue. Gue paling sering nonton ya sama mereka ini.

Bioskop favorit kita buat nonton itu adalah blitzmegaplex karena tempatnya yang nyaman, dan kemudahan proses pembelian tiketnya yang bisa menggunakan blitzcard, lalu biasanya banyak diskon untuk mahasiswa juga, selain itu juga blitzmegaplex yang ada di Bandung tempatnya di Paris van Java. Kalian tau sendiri kan PVJ itu tempatnya cewek-cewek cantik, selain nonton filmnya kita pun suka nontonin yang nonton filmnya juga.

Selain itu, buat gue nonton di blitzmegaplex itu selalu membuat gue inget akan kejadian lucu yang pernah gue alami pas tahun 2010. Buat yang belum baca, bisa baca di sini.

Gue udah pernah nonton di layar tancep (anak-anak kampung pasti pada tau layar tancep), 'bioskop' asal-asalan, bioskop dengan kualitas bawah, sedang, sampai yang luxurious abis. Gue pun udah pernah mencoba nonton di 4DX. Tapi satu yang belum pernah gue coba, Drive-in Movie Theater. Seperti gambar di bawah ini. Menurut gue Velvet Class nya blitzmegaplex pun akan kalah dengan suasana nonton seperti ini.


Dulu sekitar bulan November 2013 kalo gue gak salah inget, pernah diadakan konsep nonton film seperti ini oleh Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB. Gue seneng banget saat mengetahui hal ini, tapi kebahagiaan gue berakhir beberapa detik kemudian setelah gue sadar... Gue gak punya mobil. (sad)

Mobil merupakan komponen yang paling penting dalam konsep drive-in movie theater ini. Gue merasa sangat-sangat bodoh udah melupakan satu elemen penting ini. (sad)

Akhirnya waktu itu gue gak jadi buat nonton ini, lebih karena gue gak punya mobil bukan karena gue gak punya temen. Sebenernya seandainya gue punya mobil, gue pasti akan mengajak siapapun temen gue yang saat itu kebetulan lagi kosong. Tapi kalo gue gak ada mobil terus gue ngajak temen gue, yang ada malah bakalan jadi kayak gini

"Nonton ini yuk, seru loh konsepnya. Nonton dari dalem mobil gitu" sambil nunjukin selebaran dari LFM ke temen gue (siapapun dia).
"Wah kok seru, yuk!"
"Emm.. Pake mobil lo ya tapi" kata gue
"Eh... Sorry tiba-tiba nyokap gue nyuruh pulang ke Jakarta... Bye." bales dia

Percakapan di atas hanyalah ilustrasi belaka.

Gue rasa konsep drive-in movie theater ini sangat jarang ada di Indonesia dan bener-bener sedih rasanya harus menunggu entah sampai kapan buat ikut acara seperti ini lagi. Buat kalian yang mungkin mengetahui sebuah tempat yang mengadakan acara ini, terus kepingin nonton, dan kebetulan gak ada temen. Gue siap kok nemenin kalian. (grin)

Yap! this is the end of the post. Buat kalian yang pernah punya pengalaman nonton di drive-in movie theater bisa berbagi pengalaman kalian di comment box di bawah ini ya.

Sumber gambar: 1.

Wednesday, December 31, 2014

Resolusi 2015

Pada post kali ini gue akan menuliskan beberapa resolusi yang udah gue tentukan untuk tahun 2015 ini. Harapannya sih 80% dari resolusi gue untuk tahun 2015 ini terwujud. Kenapa cuma 80%? karena setelah 4 tahun berada di dunia teknik gue jadi tau bahwa di dunia ini tuh gak ada yang namanya 100%. Lagipula selama di bangku kuliah gue jadi sadar, untuk mendapatkan nilai A kita gak harus mengerjakan semua soal secara sempurna tapi cukup 80% aja yang dikerjain. Ya gak?

Pertama,
Kerja. Tentu saja ini merupakan target utama gue di tahun 2015. Gue udah lulus sejak 18 Oktober 2014. Tentunya gue gak mau mempertahankan gelar pengangguran gue terlalu lama. Malunya itu loh sob. Lagipula, kalo gue kelamaan nganggur, kapan gue bisa nyicil rumah? kapan gue nyicil mobil? kapan gue nyicil buat biaya pernikahan? Iya gak? Yaaah meskipun calonnya emang belom ada tapi gak ada salahnya kan kalo udah dipersiapkan sedini mungkin.

Kedua,
Sudah hampir satu tahun gue mengenal grup band asal negeri sakura ini, One Ok Rock. Awalnya gue kurang suka sama lagunya yang bergenre rock. Tapi karena ada seseorang yang suka banget sama OOR ini dan dialah orang yang memperkenalkan gue dengan OOR. Maka gue mencoba untuk menyukai OOR. Eh lama kelamaan malah gak perlu dipaksa pun gue mulai ngefans sama grup band ini dengan sendirinya. Apalagi setelah melihat aksi mereka di setiap konsernya yang bikin gue kepingin banget buat mendengar lagu mereka secara langsung dan bernyanyi bersama Taka (vokalis OOR) dan para fans OOR lainnya.

"Apah khabar Indonesiah!!!" *menirukan Taka waktu konser di Senayan*

Ketiga,
Natal. Loh kok natal? Tenang dulu, gue gak bermaksud buat pindah agama kok. Alhamdulillah gue seorang muslim yang masih memegang teguh kalimat ini.

أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

Maksud gue disini adalah gue bisa merasakan suasana natal di negeri bersalju. Gue pengen banget ikut merasakan kebahagian para umat kristian saat natal tiba. Minum coklat panas di dekat jendela sambil memperhatikan salju yang turun dan memperhatikan hiasan-hiasan natal di rumah tetangga-tetangga gue nanti. It could be great, right?

Jangan tanya minum coklat panasnya sendiri apa sama pasangan. Jitak nih.

Keempat,
Overseas! Tahun depan gue harus bisa keluar negeri entah itu untuk urusan pekerjaan, kuliah, atau hanya sekedar liburan. *brb bikin paspor*

Kelima
Menguasai minimal 2 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Well, currently English and 日本語 が 勉強しっています. Saat ini gue sedang mempelajari bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. It's pretty hard to use English and Japanese at the same time in one sentence because there's significant difference between them, English and Japanese.

Dalam bahasa Indonesia kita mengenal Subjek - Predikat - Objek, S-P-O. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki urutan S-P-O yang sama dalam sebuah kalimat. Sedangkan hal ini tidak berlaku pada bahasa Jepang. Pada bahasa Jepang susunan kalimatnya adalah S-O-P.

Saya (S) ingin menonton (P) televisi (O). Bahasa
I (S) want (P) to watch (O) televison. English 
私 は テレビ を 見たい.
Watashi (S) wa terebi (O) o mitai (P). Japanese

See?

Keenam
Last but not least, tentu saja seorang pendamping, pacar, pasangan hidup yang tentunya untuk menemani gue menjalani semua resolusi gue di tahun 2015 ini dan mampu memberikan energi positif buat gue.

By the way, entah kenapa gue benci sama orang-orang yang menyebut pacar mereka dengan sebutan partner. Orang itu adalah pasangan hidup lo, cinta mati lo, tulang rusuk, belahan jiwa. Emang lagi mau bikin bisnis, disebut partner?

Well, this is the end of the post. Buat kalian yang punya resolusi buat tahun 2015 semoga semua resolusinya terwujud. A? miiiiin...