Wednesday, December 31, 2014

Resolusi 2015

Pada post kali ini gue akan menuliskan beberapa resolusi yang udah gue tentukan untuk tahun 2015 ini. Harapannya sih 80% dari resolusi gue untuk tahun 2015 ini terwujud. Kenapa cuma 80%? karena setelah 4 tahun berada di dunia teknik gue jadi tau bahwa di dunia ini tuh gak ada yang namanya 100%. Lagipula selama di bangku kuliah gue jadi sadar, untuk mendapatkan nilai A kita gak harus mengerjakan semua soal secara sempurna tapi cukup 80% aja yang dikerjain. Ya gak?

Pertama,
Kerja. Tentu saja ini merupakan target utama gue di tahun 2015. Gue udah lulus sejak 18 Oktober 2014. Tentunya gue gak mau mempertahankan gelar pengangguran gue terlalu lama. Malunya itu loh sob. Lagipula, kalo gue kelamaan nganggur, kapan gue bisa nyicil rumah? kapan gue nyicil mobil? kapan gue nyicil buat biaya pernikahan? Iya gak? Yaaah meskipun calonnya emang belom ada tapi gak ada salahnya kan kalo udah dipersiapkan sedini mungkin.

Kedua,
Sudah hampir satu tahun gue mengenal grup band asal negeri sakura ini, One Ok Rock. Awalnya gue kurang suka sama lagunya yang bergenre rock. Tapi karena ada seseorang yang suka banget sama OOR ini dan dialah orang yang memperkenalkan gue dengan OOR. Maka gue mencoba untuk menyukai OOR. Eh lama kelamaan malah gak perlu dipaksa pun gue mulai ngefans sama grup band ini dengan sendirinya. Apalagi setelah melihat aksi mereka di setiap konsernya yang bikin gue kepingin banget buat mendengar lagu mereka secara langsung dan bernyanyi bersama Taka (vokalis OOR) dan para fans OOR lainnya.

"Apah khabar Indonesiah!!!" *menirukan Taka waktu konser di Senayan*

Ketiga,
Natal. Loh kok natal? Tenang dulu, gue gak bermaksud buat pindah agama kok. Alhamdulillah gue seorang muslim yang masih memegang teguh kalimat ini.

أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

Maksud gue disini adalah gue bisa merasakan suasana natal di negeri bersalju. Gue pengen banget ikut merasakan kebahagian para umat kristian saat natal tiba. Minum coklat panas di dekat jendela sambil memperhatikan salju yang turun dan memperhatikan hiasan-hiasan natal di rumah tetangga-tetangga gue nanti. It could be great, right?

Jangan tanya minum coklat panasnya sendiri apa sama pasangan. Jitak nih.

Keempat,
Overseas! Tahun depan gue harus bisa keluar negeri entah itu untuk urusan pekerjaan, kuliah, atau hanya sekedar liburan. *brb bikin paspor*

Kelima
Menguasai minimal 2 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Well, currently English and 日本語  勉強. Saat ini gue sedang mempelajari bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. It's pretty hard to use English and Japanese at the same time in one sentence because there's significant difference between them, English and Japanese.

Dalam bahasa Indonesia kita mengenal Subjek - Predikat - Objek, S-P-O. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki urutan S-P-O yang sama dalam sebuah kalimat. Sedangkan hal ini tidak berlaku pada bahasa Jepang. Pada bahasa Jepang susunan kalimatnya adalah S-O-P.

Saya (S) ingin menonton (P) televisi (O). Bahasa
I (S) want (P) to watch (O) televison. English 
私  ビ  見.
Watashi (S) wa terebi (O) o mitai (P). Japanese

See?

Keenam
Last but not least, tentu saja seorang pendamping, pacar, pasangan hidup yang tentunya untuk menemani gue menjalani semua resolusi gue di tahun 2015 ini dan mampu memberikan energi positif buat gue.

By the way, entah kenapa gue benci sama orang-orang yang menyebut pacar mereka dengan sebutan partner. Orang itu adalah pasangan hidup lo, cinta mati lo, tulang rusuk, belahan jiwa. Emang lagi mau bikin bisnis, disebut partner?

Well, this is the end of the post. Buat kalian yang punya resolusi buat tahun 2015 semoga semua resolusinya terwujud. A? miiiiin...

Tuesday, December 30, 2014

2014!

Post ini berisi tentang semua kejadian yang gue alami selama tahun 2014. Apabila ada kesamaan dalam penulisan nama tokoh dan karakter, tempat kejadian, dan lain-lain, eta mah disengaja. Sumpah, sumpah, sumpah!

Januari - New Hopes

Bulan Januari 2014 merupakan bulan yang baru karena ini adalah bulan pertama di tahun 2014. Pada bulan ini gue pertama kali mengenal grup band asal negeri sakura, One Ok Rock. Awalnya musik mereka terdengar aneh, tapi lama kelamaan asik kok. Trust me, gak ada yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kan?

Di bulan ini juga akhirnya gue mengunjungi Tangkuban Perahu bersama beberapa orang teman gue, setelah hampir 4 tahun tinggal di Bandung, akhirnya. Padahal awalnya gue GAK DIAJAK (sengaja dicapslock biar orangnya pada baca) dan (jadi) gak tertarik buat ikut, tapi akhirnya malah jadi ikutan juga. Pundungan ya gue orangnya.

Disana tuh anginnya kenceng banget makanya pada sipit semua matanya orang-orang yang ada di foto di bawah ini.

Tangkuban Parahu
Kemudian cerita lainnya berasal dari circle pertemanan gue yang lain. Setelah satu setengah tahun tidak bertemu, akhirnya kelompok Putri Duyung (Indigo), kelompok yang gue dan Lian diklat pada OSKM 2012, merencanakan untuk kumpul, foto studio, dan makan-makan. Untunglah rencana ini tidak hanya menjadi sekedar wacana belaka.

Spot The Differences!
Ternyata tidak ada yang berubah dari mereka semua, mereka tetaplah anggota kelompok Putri Duyung Indigo yang sama seperti yang dulu gue kenal. Tetap Indigo. Indigo seinget gue adalah sebutan bagi kami untuk orang-orang yang yaaa ..... gitu deh. HAHAHA

Pelajaran yang gue dapat di bulan Januari adalah terkadang usaha yang maksimal tidak mendatangkan hasil sesuai yang kita harapkan. Usaha yang efektif & efisien lah yang mendatangkan hasil yang optimal. Sekali lagi, jangan kerja keras, tapi kerja pintar.

Februari - Love Month

Bulan Februari gue awali dengan pergi ke bukit Moko bersama seseorang. Perjalanan ke Moko bener-bener gak mudah sob. Jalannya yang menanjak dan belum di aspal membuat gue sedikit kewalahan. Untungnya kita berhasil sampai puncak, yah meskipun di puncaknya kita cuma disambut dengan awan mendung. Gagal deh liat keindahan kota Bandung dari atas sini. Padahal gue mau ngikutin salah satu adegan di film Jomblo yang settingnya di atas bukit juga, terus gue ngomong gini juga seperti Agus ngomong ke Lani.

"Setiap hari, embun datang memberikan kedamaian selama beberapa detik. Sama kamu, kedamaian itu ada di setiap detiknya"

Tapi gak jadi gara-gara ujan gerimis keburu dateng. Nasib-nasib.

Nah harusnya tuh penampakannya kayak gini.

Moko, sumber: google.
Eh ini mah pemandangan bukit Mokonya, susah soalnya euy nyari pemandangan bukit Moko yang gak ada orang pacarannya di google. Pokoknya mah kurang lebih kayak gini. Bagus kan?


Pernah baca bukunya Raditya Dika yang berjudul Marmut Merah Jambu? Kalo pernah, kalian pasti tau ada sebuah kalimat di dalam buku itu, tepatnya pada halaman 92, paragraf ke-2.
"Jika cinta bisa membuat tahi menjadi rasa coklat, maka cinta juga bisa membuat rasa coklat menjadi rasa tahi"
Di bulan Februari ini, yang katanya bulan penuh cinta, gue merasakan bagaimana sesuatu yang bernama "Cinta" dapat membuat rasa permen coklat green tea yang diberikan oleh Vanya ke gue menjadi hambar. Gue memang tidak bisa merasakan rasa permennya tapi gue bisa merasakan 'sesuatu' yang lain, lebih seperti semangat positif, dari temen gue itu di secarik kertas yang dia sisipkan di bungkus permennya "Cheer up Tor!"

Bulan Februari mengajarkan gue bahwa gue dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi gue, meskipun mereka tidak menunjukan itu setiap hari. Best friends are always there for you :')

Maret - A Month Full of Denial

Pada bulan ini gue resmi turun dari jabatan gue sebagai Ketua Divisi Media Komunikasi dan Informasi KMPN ITB. Gue dulu gak pernah punya mimpi buat menjadi BPP di KMPN. Gue adalah kacung kampret sejati. Tapi entah kemasukan setan apa akhirnya Ochen memilih gue untuk membantu dia pada saat itu. Semoga gak nyesel ya chen udah milih gue :(

BPP KMPN 2013 - 2014
Bulan Maret ini lebih seperti bulan pelarian buat gue. Gue berusaha melupakan masalah yang gue alami pada bulan Februari lalu dengan mengambil kegiatan sebanyak mungkin. Gue ikut PKM, gue ikut perlombaan untuk mendesain bandara di Swedavia, dan gue pun memilih untuk mengabdikan diri gue lagi di KMPN sebagai Dewan Perwakilan Anggota (DPA), fungsi dari DPA di KMPN ITB sendiri adalah sebagai lembaga legislatif.

Pada hari Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, 23 Maret 2014. gue resmi dilantik sebagai salah satu dari 9 anggota DPA KMPN ITB dihadapan puluhan massa KMPN saat itu. Dingin sob.

April - Global Astronomy Month

Pada bulan ini gue bener-bener memaknai kata-kata ini "Global Astronomy Month" karena pada bulan April hampir setiap akhir pekan gue selalu menyempatkan diri ke Jakarta untuk keperluan astronomis.

Minggu kedua di bulan April, gue sedang mempersiapkan kemampuan berbicara bahasa Inggris gue untuk menghadapi anak-anak dari Jakarta International School. Akhir minggu ini gue bersama beberapa orang teman gue dari HAAJ diutus untuk menjadi pembimbing mereka belajar mengenai Astronomi selama 2 hari di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Gue merasa tertarik mengambil tawaran ini karena gue memang suka sama anak kecil (bukan pedofil). Maksudnya adalah ya gue suka sama anak kecil, ah kambing ambigu banget kalimat gue. Gitu lah pokoknya mah.

Foto oleh Rayhan Cygnus
Jadi selama 2 hari gue dan teman-teman gue bermain bersama mereka, mengajarkan mereka bagaimana merakit teleskop serta menggunakannya, juga mengajarkan mereka tentang rasi bintang. Alhamdulillah mereka sangat antusias dengan kegiatan ini.

Lalu seminggu setelahnya, gue kembali diutus untuk membantu mengurus acara Star Party. Star Party adalah sebuah kegiatan mengamati benda langit selama semalam suntuk. Waktu itu tempatnya di Gymnasium IPB, pesertanya ada sekitar 400 orang. Sementara kami hanya berjumlah 20 orang kalo gak salah.

Gue sangat senang dengan antusias para peserta pada hari itu. Karena mereka terus mengantri untuk melihat benda langit melalui beberapa teleskop yang sudah kami sediakan. Meskipun sangat capek karena harus ngomong dari malem sampe pagi dan cuma tidur sekitar 60-90 menit aja tapi gue seneng.

Menjadi pendamping seperti ini merupakan pengalaman yang baru buat gue, bener-bener baru. Gue awalnya adalah orang yang takut ngomong di depan orang lain. Tapi siapa yang menyangkan gue berhasil melewati itu semua.

Pelajaran di bulan April adalah jangan takut untuk mencoba sebuah hal yang baru. Karena kalian tidak akan pernah tahu pengalaman baru apa yang dibawah oleh sesuatu yang baru tersebut bukan? Lebih baik menyesal karena mencoba daripada menyesal karena tidak mencoba.

Mei - Deal With It!

Pada bulan Mei yang gue inget hanyalah gue terjaga sampai larut malam. Karena kebetulan bulan Mei merupakan bulan UAS, selain itu gue juga terus terjaga sampai larut malam karena nemenin seseorang yang lagi di rumah sakit. Ya meskipun cuma via Line.

Lalu ada pengalaman keren, ya kalo menurut gue emang keren, di bulan Mei ini. Waktu itu gue harus ikut UAS Avionics karena nilai gue masih kurang 1 point buat dapet A. Karena cuma butuh satu point buat dapet A akhirnya malemnya gue gak belajar sama ekali. Pagi harinya UAS dimulai pukul 9 kalo gak salah. Gue sengaja dateng telat 15 menit ke ruang ujian, toh gue cuma butuh 1 point. Sampai di ruang ujian gue langsung diberikan lembar soal dan jawaban.

Gue tulis nama, NIM, kemudian gue langsung mengerjakan soal nomer 1. Kalo gak salah soalnya adalah "Sebutkan berbagai macam tipe pesawat militer? Minimal 3 (bobot soal 5 point)" gue jawab sambil tutup mata.
"1. Air Superiority (Su-47), 2. Ground Attack (A-10-A), 3. Strategic Bomber (B-2). 4. Air-to-air Refuelling, 5. Airborne Early Warning, etc  "

Tidak sampai 5 menit gue berada di ruang ujian kemudian gue memberikan lembar soal dan jawaban gue ke dosen gue yang bersangkutan "Ini sudah selesai pak"

Bapaknya heran, temen-temen gue yang di ruang ujian pun cuma bisa melihat gue kagum, asli gue berasa keren banget disini. Dateng ujian telat, keluar paling cepet. Lalu gue pun menikmati sarapan pagi gue di KMPN sambil ditemani suara monyet-monyet di kebun binatang Bandung.

Hasil akhirnya? Gue dapet A. *benerin posisi kacamata*


Juni - K-U-L-A-P

Akhirnya setelah menunggu selama 3 tahun lebih, pada bulan ini angkatan gue dapat berangkat kulap juga. Ini adalah kulap yang pertama dan terakhir buat gue. Kulap AE 2010 ini keren banget, karena kita berkeliling ke markas TNI AU di daerah Jawa Timur dan Jogjakarta. Jogja sob Jogja!

Kulap AE 2010
Terima kasih sebesar-besarnya gue ucapkan untuk kalian para panitia kulap dan abang-abang TNI yang sudah lelah mengurus kulap kita yang super duper pecah!

Bahkan yang sempat membuat gue kagum adalah perjalanan kulap angkatan gue sampai masuk ke situs berita ITB. Usut punya usut ternyata gue tau kenapa sampe ada beritanya di situs berita ITB. Penjahat emang tuh orang, bisa aja modusnya! HAHAHA

Selanjutnya diakhir bulan Juni, kalo gue gak salah inget beberapa hari sebelum puasa, gue diutus lagi untuk mengisi stand HAAJ di sebuah acara di Gandaria City Mall. Nama acaranya Star Trek : The Exhibition.

Star Trek : The Exhibition
Gue disana ketemu anak kecil yang kebetulan dibawa oleh orangtuanya ke pameran tersebut. Tugas gue adalah memperkenalkan mereka dengan teleskop. Gue seneng banget melihat antusias di wajah anak-anak itu saat mereka merakit teleskopnya sendiri, tentunya tetap didampingi oleh gue.

Jadi gak sabar pengen punya anak kecil. Eh

Juli 

8 - 9 Juli 2014 gue menjadi salah satu petugas quick count pemilihan Presiden RI di sebuah lembaga survey yang gue lupa namanya, yang gue inget cuma lembaga ini lebih cenderung berpihak ke Jokowi. Waktu itu tempatnya di Menara 165 di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan. Ini adalah pengalaman yang bener-bener seru abis karena gue bertemu banyak orang (cewek) dari Universitas Indonesia. (grin smile)

Banyak temen gue yang bilang (anak ITB tentunya) kalo anak kampus sebelah itu cantik-cantik. Gue pun merasa setuju dengan pendapat temen-temen gue itu, tapi.... mereka cantik karena make-up. Percaya deh, gue sempet kaget pertama kali melihat cewek-cewek ini dengan make-up mereka yang jelas terlihat. Culture shock ibaratnya mah, soalnya selama di Bandung khususnya di ITB gue merasa cewek-ceweknya cantik natural tanpa make-up. Sureee tanpa make-up padahal mah, tau kok gue tau. Yaelah. Tapi kalian (cewek-cewek ITB) tetap nomer satu kok! ;)

Terkadang rumput tetangga memang selalu terasa lebih hijau, padahal rumput sendiri tuh lebih asik.

Aeronotika & Astronotika ITB 2010
Bulan Juli lebih banyak gue habiskan bersama angkatan gue, Aeronotika dan Astronotika 2010, karena sebentar lagi kita akan berpencar. Jadi mungkin ini adalah kesempatan terakhir kita untuk dapat berkumpul sebanyak ini. Jadi sedih kan.

Agustus - 30 Hari Mengejar Sarjana!

Gue gak terlalu banyak mengingat kejadian-kejadian yang ada di bulan Agustus ini. Gue hanya mengingat pada bulan ini gue hampir setiap hari dateng pagi ke lab, buka laptop, bimbingan, ngoding seharian, dan baru pulang malam hari. Siklus ini bertahan hampir 30 hari lamanya. Bahkan terkadang gue harus menginap di lab. Makanya gue selalu bawa peralatan mandi gue di dalam tas...... juga anduk, bantal, dan selimut.

Oh iya, pada bulan Agustus ini juga ada acara tahunan yang diadakan oleh KM-ITB, iya OSKM. Gue dan beberapa temen gue kebetulan menyempatkan diri untuk menghadiri prosesi penutupan acara yang berlangsung setahun sekali ini. Secara gak disengaja gue pun bertemu dengan orang-orang 'lama', orang-orang yang dulunya menjadi kacung kampret di acara OSKM ini, sama seperti gue.

Closing OSKM ITB 2014, Saraga.
Liat kan, mukanya udah pada tua semua. Muka-muka penghuni lama yang harus segera meninggalkan kampus. Tapi kenyataannya mereka semua masih pada betah di kampus. Bahkan sampai rela-relain dateng ke acara tahunan ini.

Mungkin sudah menjadi kebiasaan buat mereka, termasuk gue, yang setiap tahunnya selalu menjadi bagian dari kaderisasi terbesar kampus ini. Kita berempat memulai menjadi bagian dari OSKM dari nol, dari kacung kampret, sampai sekarang pun kita masih jadi kacung kampret. Jadi rasanya tuh seperti ada yang hilang jika kita tidak menyempatkan diri untuk menghadiri acara tahunan ini. Karena,

"... sampai kapanpun, cerita jaman OSKM itu tak kan pernah terlupakan."

September - Sarjana Teknik.

Ini merupakan bulan yang paling penting yang gak akan pernah gue lupakan selama 2014. Karena pada bulan ini gue berhasil mendapatkan gelar Sarjana Teknik gue setelah 4 tahun gue berjuang mati-matian di ITB. Pada tanggal 26 September 2014 sekitar pukul 17.30 WIB di ruang seminar AE lt.4 gue resmi menjadi seorang sarjana.

Pasca Sidang
Terima kasih semuanya yang sudah datang dan memberikan selamat dan hadiah-hadiah lucunya ke gue. Ada juga yang gak sempet dateng tapi menitipkan hadiah lucunya ke gue. Gue terharu, makasih yah. (sparkling eyes)

Semoga kalian yang udah pada gak betah di kampus, cepet menyusul gue, diwisuda. Btw, wisuda itu enaknya cuma sehari loh. Besoknya juga langsung bingung mau ngapain. (sad)


Oktober - Graduation Month.

Ibaratnya pernikahan, kalo tanggal 26 September adalah akad dari ke-ST-an gue, pada tanggal 18 Oktober merupakan resepsi dari ke-ST-an gue. Hari ini, 18 Oktober 2014, gue diwisuda bersama dengan ratusan wisudawan dan wisudawati ITB lainnya di Sasana Budaya Ganesha.


Pada foto diatas, pada foto gue yang memegang kardus Indomie. Orang disebelah gue itu adalah orang yang bernama Vanya. Doi emang temen gue yang paling 'baik', liat aja tuh buktinya gue dikasih hadiah wisuda berupa satu kardus Indomie Goreng. SATU KARDUS! Lo bayangin dah tuh.

Kelompok 95 INKM 2010
Lalu foto di atas adalah foto gue dan kelompok 95 INKM 2010. Saat itu kita lagi ada acara makan-makan syukuran wisuda gue, Faiz, dan Dea. Jadi memang sudah menjadi tradisi di kelompok kita, jika ada yang lulus maka harus ngadain syukuran gitu. Waktu itu  tempatnya di Braga tapi gue lupa namanya, tempatnya cukup nyaman dan harganya gak terlalu mencekik kantong mahasiswa kok. Pas lah buat makan berdua. Eaaa.

Muka kita masih sama seperti dulu ya, masih unyu seperti waktu kita pertama bertemu 4 tahun yang lalu sebagai maba. I'll let you know, kelompok kita, 95, merupakan kelompok yang paling solid diantara kelompok lainnya pada saat INKM. Bayangin, setelah 4 tahun pun kelompok kita masih terus menjaga tali silaturahminya. Yaa meskipun dari 25 orang anggota kelompok yang ke kumpul cuma 7-10 orang doang sih.

November - Adaptation.

Seneng-senengnya selesai, wisuda udah beres, KTM gue udah bolong which means gue udah tidak berstatus sebagai mahasiswa lagi. Tapi.... gue masih belum bisa move on dari kehidupan gue sebagai mahasiswa di Bandung.

November buat gue menjadi bulan yang sangat mellow. Hujan yang turun setiap hari di Jakarta selalu mengingatkan gue akan kota Bandung. Gue se-gak-bisa-move-on itu dari Bandung. Rasanya sungguh amat sangat berat meninggalkan kota yang setiap sudutnya dipenuhi oleh kenangan ini. Akhirnya pada tanggal 12 November gue pun memutuskan untuk balik ke Bandung sebentar untuk menuntaskan rasa rindu gue.

Pada bulan ini juga gue diterima kerja di salah satu perusahaan yang berada di kota Batam, Perusahaan ini bergerak di bidang komunikasi, posisi gue saat itu adalah sebagai Spacecraft Analyst Engineer. Tapi seminggu sebelum gue mulai kerja, akhirnya gue memutuskan untuk tidak jadi mengambil pekerjaan ini karena satu dan lain hal yang tidak mungkin gue sebutkan disini.


Desember - Acceptance.

Bulan Desember sudah hampir selesai dan pada bulan ini sepertinya tidak ada yang spesial buat gue. Oiya harusnya, seandainya gue gak menolak tawaran kerja di Batam itu. Mungkin sekarang gue lagi di Batam, sendirian, di kamar hotel, kesepian, sambil melihat foto-foto temen-temen gue selama gue di Bandung, ngescroll timeline dan liat tweetpic keadaan kota Bandung dari @infobdg... dan sedang merencanakan untuk merayakan tahun baruan di Singapore, which is nice. Tapi sepertinya Tuhan memang memiliki rencana lain buat gue.

Di bulan ini gue menyadari kalo segala sesuatu yang berhubungan dengan kampus, kemahasiswaan, perkuliahaan, dan kehidupan gue di Bandung, sudah berakhir. Sekarang saatnya gue menghadapi kenyataan yang sudah menunggu gue di depan.

Ini adalah akhir dari post. Sebelum itu izinkan gue untuk mengutip salah satu kata-kata yang gue suka banget dari penulis favorit gue, Raditya Dika.

"Padahal, untuk melakukai pencapain lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan, rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya....

... untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kita gak perlu menjadi manusia super. Kita hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah." Manusia Setengah Salmon - Raditya Dika.

Well, it's been a great year. I am looking forward on you, 2015.

Monday, December 29, 2014

Heartache by One Ok Rock Chord (version 1)

Hey guys! For those who have no capo. I have posted another version of this chord on my blog, you can see it here, Heartache by One Ok Rock Chord (version 2). Have fun and enjoy it!


Capo 1

Verse:
C G
So they say that time takes away the pain
Dm F
But I'm still the same
C G
And they say that I will find another you
Dm F
That can't be true

Pre-chorus:
Dm F
Why didn't I realize? Why did I tell lies?
C G
Yeah, I wish that I could do it again
Dm F
Turning back the time, back when you were mine
G
All mine


Chorus:
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Hiroi atsumeta kokai wa
G
Namida e to kawari
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Ano hi no kimi no egao wa
G
Omeide ni kawaru I miss you



Interlude:
C F C F 


Verse:
C
Boku no kokoro o
G Dm F
Yuiitsu mitashite satte yuku kimi ga
C
Boku no kokoro ni
G Dm F
Yuiitsu fure rareru koto ga dekita kimi wa


Pre-chorus:
Dm F
Mou inai yo mou nanimo nai yo
C G
Yeah I wish that I could do it again
Dm
Turning back the time
F
Back when you were mine
G
All mine

Chorus:
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Hiroi atsumeta kokai wa
G
namida e to kawari
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Ano hi no kimi no egao wa
G
Omoide ni kawaru I miss you


Bridge:
F C
It's so hard to forget
G Dm
Kataku musunda sono musubime wa
F C
Yeah so hard to forget
G Dm
Tsuyoku hikeba hiku hodo ni
F C
You and all the regret
G Dm
Hodokonaku natte hanare nakunatta
F C
Ima wa tsuraiyo sore ga tsurai yo
F G
Sugu wasuretai yo kimi o


Chorus:
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm G
Hiroi atsumeta koukai wa namida e to kawari
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm G
Ano hi no kimi no egao wa omoide ni kawaru
I miss you

C F C F C~

Friday, December 26, 2014

Himawari no Yakusoku ひまわりの約束 by Motohiro Hata (chord)

Capo 1

Intro:
A E D A F#m E D E

A E D A
Doushite kimi ga naku no
Kenapa kau menangis

F#m E D E
Mada boku mo naite inai noni
Saat aku tidak ada?

A E D A
Jibun yori kanashimukara
Betapa menyedihkannya diriku

F#m E D E A
Tsurai no ka dochi ka wakaranaku naru yo
Aku bahkan tak tahu apa yang salah dengan diriku

D E C#m F#m Bm E
Garakutadatta hazu no kyou ga futari nara takaramono ni naru
Hari ini akan menjadi harta karun berharga bagi kita berdua

Reff:

A D E C#m F#m Em A 
Soba ni itai yo kimi no tame ni dekiru koto ga boku ni aru ka na
Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk dekat denganmu?

D E C#m F#m Bm E
Itsumo kimi ni zutto kimi ni waratte ite hoshikute
Kau dan aku selalu tertawa, itulah yang ingin kulihat.

A D E C#m F#m Em A
Himawari no youna massuguna sono yasashisa o nukumori o zenbu
Kau lembut seperti bunga matahari dan semua kehangatan

D E C#m F#m
Korekara wa boku mo todokete ikitai
Mulai sekarang, Aku akan memberitahu masa depan

Bm E A
Koko ni aru shiawase ni kidzuitakara
karena di sini aku sudah bahagia.

A E D A
Tooku de tomoru mirai 
Kita bahkan sering pergi

F#m E D E
Moshimo bokura ga hanarete mo 
Menyapa masa depan dari kejauhan

A E D A
Sorezore aruite yuku
Aku percaya  masa depanmu

F#m E D E A
Sono saki ni mata deaeru to shinjite
akan lebih baik jika seperti ini

D E C#m F#m
Chiguhagudatta hazu no hohaba 
Aku selalu mengharapkanmu

Bm E
Hitotsu no you ni ima kasanaru
Sebagai salah satu langkah yang kutempuh

Reff:

A D E C#m F#m Em A
Soba ni iru koto nanigenai kono shunkan mo wasure wa shinai yo
Jangan pernah lupakan saat-saat kau berada di sini.

D E C#m F#m Bm E
Tabidachi no hi tewofuru to ki egao deirareru you ni
Kau masih tersenyum saat berjabat tangan sebelum perpisahan

A D E C#m F#m Em A
Himawari no youna massuguna sono yasashisa o nukumori o zenbu
Kau lembut seperti bunga matahari dan semua kehangatan

D E C#m F#m
Kaeshitai keredo kimi no koto dakara
Kalau kau ingin kembali, maka

Bm E  A
Mou juubunda yotte kitto iu ka na
dapatkah kau bilang dengan cukup yakin?

Instrumental

A D E C#m F#m Em A 
Soba ni itai yo kimi no tame ni dekiru koto ga boku ni aru ka na
Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk dekat denganmu?

D E C#m F#m Bm E
Itsumo kimi ni zutto kimi ni waratte ite hoshikute
Kau dan aku selalu tertawa, itulah yang ingin kulihat.

A D E C#m F#m Em A
Himawari no youna massuguna sono yasashisa o nukumori o zenbu
Kau lembut seperti bunga matahari dan semua kehangatan

D E C#m F#m
Korekara wa boku mo todokete ikitai
Mulai sekarang, aku akan memberitahu masa depan

Bm E  A
Hontou no shiawase no imi o mitsuketakara
karena aku sudah menemukan arti kebahagian sejati

A E D A F#m E D E ....

P.S : I would greatly appreciate it if you could give me some feedback.

Thursday, November 6, 2014

Bandung.

Hari ini merupakan hari ke-7 gue meninggalkan kosan gue, meninggalkan kehidupan kampus gue, meninggalkan teman-teman gue, dan meninggalkan kota Bandung tercinta.

Gue sangat merindukan kota Bandung dan semua yang berada di dalamnya.

Selama 4 tahun tinggal di Bandung, gue selalu mengeluarkan cacian-cacian (ke Jakarta dan seisinya) ketika gue harus kembali ke rumah orang tua gue di Jakarta. Macet, panas, individualisnya orang-orang Jakarta, sangat membuat gue muak dengan kota ini.

Meskipun 18 tahun hidup gue dihabiskan di Jakarta tapi Jakarta gak pernah punya tempat yang spesial di hati gue, tidak seperti kota Bandung.

Setiap sudut kota Bandung memiliki ceritanya tersendiri buat gue. Bandung, meskipun gue hanya tinggal disana selama sekitar kurang lebih 4 tahun tapi kota Bandung benar-benar mendapatkan tempat yang spesial di hati gue. Keramahan orang-orangnya, cuaca dinginnya, alamnya, dan tentunya orang-orang yang berada di dalamnya. Orang-orang yang mengisi hidup gue selama 4 tahun gue berada di kota ini.

Gue heran kenapa dulu Bunga ngotot banget pengen bisa kuliah di Bandung, tapi gue udah tau jawabannya sekarang. Cerita tentang Bunga bisa dibaca disini.

Gue sekarang di Jakarta, mungkin gue gak akan balik ke kota Bandung untuk waktu yang cukup lama, mungkin. Mau gak mau gue harus mulai beradaptasi dengan kota kelahiran gue, Jakarta.

Meskipun Jakarta macet, panas, lembab, individualis, tapi pasti ada kebaikan dari kota ini, gue masih percaya. Karena setiap tempat itu pasti istimewa, setiap tempat pasti memiliki pesonanya masing-masing, dan setiap tempat pasti akan memiliki ceritanya tersendiri.

Mungkin kemarin-kemarin gue masih merasa sangat berat buat meninggalkan kota Bandung, tapi sekarang gue ikhlas. Gue akhirnya bisa mencoba untuk mencintai kota Jakarta. Bukan berarti gue melupakan Bandung dan semua yang berada di dalamnya... but ...


... if you keep re-reading the last chapter of your life, you can't start the new one.

Sunday, October 26, 2014

Untitled

Sebulan yang lalu, 26 September 2014, gue telah berhasil menambahkan sebuah gelar di belakang nama gue.
Sebulan yang lalu gue berhasil menghadapi empat orang dosen di dalam ruang sidang, sendirian.
Sebulan yang lalu banyak teman-teman gue yang hadir buat memberikan selamat atas kelulusan gue dari kampus ini.
Sebulan yang lalu gue merasa lega karena salah satu beban dalam kehidupan gue berakhir.

Sebulan yang lalu, selain semua hal yang udah gue tuliskan diatas, akhirnya gue berhasil mendapatkan sebuah jawaban yang .... pahit. Jawaban yang amat sangat tidak gue harapkan. Sebuah jawaban yang membuat kebahagiaan momen pasca-sidang gue gak ada artinya. Semua orang pasti akan merasa senang setelah mereka selesai sidang.... tapi engga buat gue.

Ya seperti itulah kehidupan... always has its ups and downs. Lo akan dibuat naik hanya untuk dijatuhkan kembali.

Kosong, hampa dan tanpa tujuan, itulah yang gue rasakan sampai saat ini sejak kejadian pada malam itu. Gue gatau harus ngapain, gue gatau apa yang akan gue lakukan kedepannya, gue gak bisa berhenti menatap tembok yang menjulang tinggi yang menghalangi jalan gue ke dia.

Dengan sangat bodohnya selama sebulan ini gue terus meratapi dan mencari cara buat melewati tembok tinggi yang menghalangi gue dan dia. Sebuah tembok yang kali ini gak akan pernah bisa gue lewati.

Gue.... entah bodoh atau pantang menyerah, bener-bener tipis perbedaanya.

Gue dulu gak pernah bisa membayangkan kalo kejadian ini bakalan terjadi. Saat ini gue sedang hidup dalam ketakutan yang dulu cuma ada di pikiran gue.

...
..
.

I think one of the saddest things is when two people really get to know each other, their secrets, their fears, their favorites things, what they love, what they hate, literally everything, and then they go back to being strangers.

It's like you have to walk past her and pretend like you never knew her, never even talked to her before, when really, you know everything about her.

Thursday, October 23, 2014

Graduation.

Wisuda merupakan momen dimana kita akan merasa sedih sekaligus senang dalam waktu yang bersamaan, trust me. Rasa senang itu muncul karena kita (akhirnya) dapat mempersembahkan gelar Sarjana kita buat kedua orangtua kita yang telah membanting tulang agar dapat menyekolahkan anaknya sampai Sarjana.

Family Photo

Lalu darimana kesedihan itu muncul?

Buat gue wisuda bukan hanya sekedar tentang kelulusan. Tapi buat gue wisuda itu berarti pindah, pindah ke tahap selanjutnya. Wisuda merupakan suatu momen dimana masa mahasiswa kita berakhir dan babak baru dalam kehidupan kita pun akhirnya dimulai.

Sehari sebelum wisuda, gue merapikan beberapa barang-barang di kamar gue yang akan dibawa kembali ke Jakarta. Bagian tersulit ketika kita akan pindah itu adalah saat kita harus memasukkan barang-barang, yang mungkin penuh kenangan, kedalam dus-dus coklat. Padahal menurut gue berpindah itu sendiri merupakan sebuah proses yang juga (sangat) sulit. Karena, ketika kita berpindah kita akan memulai beradapatsi lagi dari awal di suatu tempat yang asing, di suatu tempat dimana kita sendirian, mulai mengenal orang-orang dari awal lagi dan memulai tali pertemanan lagi dari awal dengan orang-orang baru yang kita temui di tempat asing tersebut.

Seketika itulah rasa sedih muncul pada saat momen wisuda berlangsung, kita harus meninggalkan kehidupan kampus dan kota tempat kita menuntut ilmu selama 4 tahun (mungkin buat yang kuliahnya gak di kota besar malah seneng) dan juga orang-orang yang berada di dalamnya. teman, sahabat, pacar, dan gebetan.

Gue yakin, gak akan gampang untuk memulai sesuatu dari awal lagi, gak akan gampang untuk mengenal dari awal lagi. Tapi ...

...
..
.

Seperti elektron-elektron yang berada pada tubuh kita yang tidak pernah berhenti bergerak mengelilingi inti atom. Apapun yang akan terjadi, kita, mau gamau, harus terus bergerak, berpindah. Karena pada dasarnya seperti itulah kehidupan. Berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.. berpindah dari satu tempat kerja ke tempat lain, dan berpindah dari satu hati ke hati yang lain.

Here's a picture of me and friends. See you on top guys!
Joseph - Tahera - Tori - Irna - Nito
Tugu Soekarno - ITB

PS: Doakan gue untuk segera mendapatkan kerja ya.

Sunday, September 14, 2014

27 Oktober 2019

Gue punya peer group yang isinya 4 orang termasuk gue, sebut aja mereka Alvin, Bima, Wahyu.

Sifat masing-masing dari kita berbeda satu sama lainnya, Bima orangnya panikan dan mager abis. Alvin selalu tepat waktu dan gak pernah wacana, berbeda sama Bima. Wahyu orangnya selow abis dan demen banget ngebully Bima. Yah kalo gue, kalian kan udah tau sendiri gue gimana jadi gak usah gue ceritain lagi lah ya.

Selain kita semua memakai kacamata, ada satu lagi persamaan diantar kita semua, Jomblo.

Entah kenapa berbeda dari hari biasanya, hari ini kita ngobrolin sesuatu yang menurut gue beda, bukan tentang cewek, tapi kita ngomongin tentang masa depan kita nanti. Membayangkan kehidupan kita setelah lulus dari kampus ini.

Tingkat 4 memang sudah bukan masanya berpikir tentang wanita terus, tapi saatnya kita berpikir untuk lebih dewasa. Memikirkan masa depan kita.

Tulisan kali ini gue buat sebagai reminder untuk gue, supaya gak lupa akan janji kita pada hari ini (5 November 2013) buat berkumpul lagi ditempat ini, 5 tahun setelah kita lulus dari kampus ini. Semoga di pertemuan kita nanti, keadaan kita jauh lebih baik dan lebih sukses dari sekarang sob! Aamiin!

Bromo, Mei 2012.

27 OKTOBER 2019

‘LEMBAH GALAU’ KMPN.

Sunday, June 15, 2014

Alone, are We?

The conversation between an aerospace engineering student and a business student. This conversation will makes you think about us, tiny little creatures called human. I'm in blue and she is in red.

"Being human is the most terrible loneliness in the universe, right?"
"You believe in that?"
"Believe in what?"
"That we are alone in this universe"
"No, I don't believe it"
"Yeah, because there's no way we are alone in this universe.."
"Maybe somewhere out there.... in some other galaxy, far far away from ours, in a planet... they think that they're alone too"
.
.
.
.
"I mean, why would God created this goddamn huge universe only for us, tiny little creatures?"
"Gue percayanya.... somewhere out there, some other creatures are trying to figure out juga, whether they're alone or not"
"Some other creatures in some other galaxies far from our own.... are trying to reach out to us, the way we are trying to reach them"
.
.
.
.
"It'll be cool if we can interact with aliens... 'We mean no harm'... HAHAHA"
"Hahahaha you are so silly" 

Tuesday, May 20, 2014

Time to Move!

'Kadang orang emang harus entah diapain baru bisa melek. Selama buta, bosen juga ngingetinnya. Ga mempan.' kata temen gue
.
.
'Ga mau buka diri untuk perubahan. Padahal orang ya so pasti berubah toh. Life is not stoping for anybody.. That's when I realized, I can be happy with someone else.'
.
'If he can be happy, why can't I?'
.
.
'Masih banyak kesempatan, kenapa harus disia-siakan nungguin satu orang, satuuuu yang belum tentu juga jodoh, belum tentu mau, BELUM TENTU BAKAL NUNGGUIN LO KALO KENYATAAN BERBALIK!'

'BELUM TENTU MELAKUKAN HAL YANG SAMA SEPERTI LO KE DIA SEKARANG KETIKA KENYATAAN BERBALIK!' kata dia lagi (sebenernya dia ngomongnya biasa, cuma ini sengaja gue capslock aja biar ngena gitu deh)

Sadar bro! Hidup lo terlalu berharga! Jangan disia-siakan cuma buat nungguin dia yang gak pernah menjadikan lo sebagai prioritasnya.

Don't be afraid to move on and start a new chapter... you're welcome :)

Sunday, April 20, 2014

Star Party

Sudah 3 minggu berturut-turut di bulan April ini setiap akhir pekan gue selalu balik ke Jakarta, bukan buat balik ke rumah orangtua gue tapi gue balik ke rumah ke-2 gue yaitu Planetarium & Observatorium Jakarta (emang anak durhaka).

Bulan April ini merupakan bulan Global Astronomy Month makanya bulan ini gue memutuskan untuk mengabdikan diri gue untuk Astronomi, sebenernya gue bosen aja sih sama rutinitas gue di kampus dan himpunan, gue butuh suasana baru dan kegiatan baru.

Star party merupakan sebuah acara yang biasa kami (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta) lakukan minimal satu tahun 5 kali. Acara ini lebih seperti mengamati bintang semalam suntuk sampai pagi menjelang, pengamatannya biasanya menggunakan teleskop, binoculars, atau dengan mata telanjang aja.

Kalo ditanya seru apa engga? gue bakal jawab seru banget, karena kalo tempat untuk melakukan pengamatan ini berada cukup jauh dari peradaban maka kemungkinan besar kita bisa melihat milky way and shooting stars!

Bagian paling asik dari star party menurut gue adalah ketika langit cerah dan banyak bintang yang bertebaran di langit, dan gue akan tidur terlentang menikmati keindahan alam semesta yang terbentang diatas kepala gue sambil main gitar!

Late Night Observation (Conversation) - credit Rayhan Cygnus
Foto diatas waktu kami diundang untuk mengisi materi tentang Astronomi oleh Boy Scouts of America (BSA) pada tanggal 12-13 April di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. BSA ini kayak perkumpulan anak-anak pramuka dari Amerika gitu yang ada di Indonesia. Mereka adalah murid-murid dari Jakarta International School yang rentang usianya dari 10-18 tahun.

HAAJ - BSA
Well, gue akui 24 jam bersama mereka merupakan pengalaman gue yang paling seru. Karena gue bisa melatih kemampuan speaking gue dan gue selalu ketawa jika berada dekat mereka karena mereka terus melakukan hal-hal yang absurd.

Pengalaman star party selanjutnya yang gak kalah menarik adalah star party pada tanggal 19-20 April kemarin yang bertepatan juga dengan ulang tahun ke-30 HAAJ. Jumlah peserta mencapai 450 orang! Satu fakultas gue aja cuma 280 orang, bayangin.

Star Party Special 30 Tahun HAAJ
Meskipun capek banget melayani peserta sebanyak 450 orang itu, tapi setidaknya gue bahagia! I'm proud to be one of you guys! 

Tuesday, February 25, 2014

Hak dan Kewajiban

Tolak ukur yang digunakan untuk menunjukkan kalo diri lo adalah orang kaya adalah dengan punya mobil (jalan kemana-mana pake mobil). Pola pikir seperti ini masih berlaku di Indonesia, mayoritas seluruh rakyat Indonesia gue rasa punya pola pikir kayak gini, termasuk gue.

Apakah ada yang salah dengan pola pikir seperti ini? Gue rasa gak ada salahnya sih dengan berpikiran seperti ini. Tapi ada satu hal yang merupakan kesimpulan dari pengamatan gue sehari-hari selama gue berjalan kaki.

Gue bukanlah orang kaya yang punya mobil, untuk kemana-mana biasanya gue mengandalkan angkutan umum yang tersedia. Terkadang gue juga harus berjalan kaki. Alhamdulillah trotoar di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung dan Jakarta udah mulai bagus. Pejalan kaki jadi lebih nyaman untuk berjalan kaki.

Tapi karena tingkat intelegensi hampir sebagian besar masyarakat Indonesia yang rendah, hak buat pejalan kaki pun diserobot. Contohnya trotoar buat pejalan kaki dijadiin jalan motor kalo lagi macet, kampret banget gak tuh? Itu sih masih wajar, karena gue maklum pengendara motor memang gak pinter-pinter amat (tingkat intelegensinya rendah).

Kedua, ketika gue mau menyebrang melalui zebra cross. Bukankah seharusnya kendaraan bermotor itu melambat? Gue (lagi-lagi) maklum buat supir angkot atau pengendara motor, karena seperti yang gue bilang tadi kalo mereka gak pinter-pinter amat (tingkat intelegensinya rendah).

Tapi sangat disayangkan untuk pemilik mobil pribadi. Ketika gue menyebrang melalui zebra cross, gue selalu miris sama mobil pribadi yang gak tau kalo ketika pejalan kaki  berjalan di atas zebra cross maka dia  mendapatkan prioritas terlebih dahulu. Masih banyak pengendara yang gak ngasih jalan buat pejalan kaki, alhasil mau nyebrang gak di zebra cross ataupun di zebra cross, lo harus nunggu dulu sampe kondisi jalan bener-bener sepi.

Apa yang gue pikirkan tentang pemilik mobil pribadi adalah orang-orang dengan tingkat intelegensi yang lebih tinggi daripada pengendara kendaraan bermotor yang lain (angkot, motor).

Jadi yaa kesimpulan gue adalah pengendara mobil pribadi ini bukannya gak pinter, tapi mereka arogan. Kenapa arogan? karena mereka merasa status sosial mereka lebih tinggi daripada gue yang hanya seorang pejalan kaki ini sehingga mereka merasa harus didahulukan. Sehingga HAK gue untuk menyebrang di zebra cross diambil alih dan KEWAJIBAN mereka untuk memperlambat kendaraannya tidak dilakukan.

Beda banget sama orang-orang kayak di negara maju sana, mereka lebih memilih untuk menggunakan kendaraan umum, dan mereka menghormati hak orang lain. Gak peduli meskipun status sosial lo berbeda. Yaa wajar sih yah Indonesia tuh negara berkembang, makanya gini.

Bagaimanapun juga gue tetep cinta Indonesia kok! :)

P.S: Sekali lagi gue ingetin, gak semua pengendara mobil pribadi kayak gini (mayoritas aja). Jadi ya buat lo semua yang punya mobil pribadi dan gak merasa seperti apa yang gue tulis, yaudah gak usah tersinggung ya.

I'm (already) Home

'Akhirnya gue kembali lagi ke rumah setelah sekian lama.'

Weekend kemarin karena ada keperluan yang sangat genting, gue terpaksa harus dateng ke Planetarium & Observatorium Jakarta. Padahal di kampus ada banyak acara yang harusnya gue datengin. Tapi berhubung udah lama gak kesini dan gue butuh suasana baru juga, akhirnya gue memutuskan untuk cabut ke Jakarta.

Awalnya agak males sih kalo cuma 2 hari bolak-balik Jakarta-Bandung, selain ongkosnya cukup mahal, fisik juga bakalan capek, tau sendiri Jakarta macetnya selalu bikin fisik dan mental capek. Tapi ternyata setelah gue sampe disana, gue diselimuti oleh perasaan yang beda banget. Perasaan yang entahlah.. mungkin seperti rindu akan seseorang yang telah lama gak kita temui.

Disana gue bertemu sama temen gue yang udah bertahun-tahun gak ketemu, mungkin sekitar 3-4 tahun gue ga ketemu sama mereka. Dia adalah temen chatting gue jaman SMA, dulu kita sering chatting setiap malem lewat yahoo messenger. Karena dulu LINE atau Whatsapp belum booming kayak sekarang ini. Pokoknya tiap malem kita gak pernah absen buat chatting.

Kebayangkan gimana rasanya gak ketemu sama temen lo bertahun-tahun trus sekarang bertemu lagi? Perasaan seneng yang campur aduk. Semacam reuni kecil gitu lah.

Akhirnya kita menghabiskan malam minggu bersama. Kita makan malam disebuah restoran di samping Planetarium dan Observatorium Jakarta, bercerita tentang masa lalu, bercerita tentang kehidupan kita yang sekarang dan berdiskusi sekaligus berdebat tentang Astronomi.

Perasaan kayak gini adalah perasaan yang bener-bener gak tergantikan men. Perasaan kangen dan senang berada diantar orang-orang yang bisa bikin lo lupa sama hampir semua masalah lo untuk sejenak. I've never been so alive...

Ketika kita bosan dengan masalah yang sedang kita hadapi, kita gak perlu berusaha keras untuk menyelesaikannya, kadang yang kita butuhkan cuma 'berlari' sebentar ke tempat yang jauh. Karena, yang kita butuhkan cuma tempat baru, suasana baru, dan orang-orang yang baru. 

Friday, February 21, 2014

One Step Closer

Braga, pagi hari dalam perjalanan ke kampus. Gue terlibat percakapan yang sangat menarik sama seorang temen gue.

'Kita udah tua gak sih? Bulan Juli nanti temen satu angkatan kita udah ada yang lulus aja..' kata gue
'Gila ya waktu cepet banget berlalu men, maneh pernah ngebayangin gak sih Tor waktu SMA bakal ngejalanin kehidupan kayak sekarang ini?'
'Ya enggalah, mana gue kepikiran idup gua bakalan kayak sekarang gini...' Suasana di dalam mobil kemudian menjadi hening, sepertinya masing-masing dari kita berdua sedang memikirkan jauh tentang masa depan kita masing-masing.

Sejujurnya gue takut akan masa depan, gue gak bisa membayangkan seperti apa kehidupan yang akan gue jalani nanti di masa depan. Ini (harusnya) merupakan tahun terakhir gue di kampus ini, kata orang sih tahun terakhir itu merupakan tahun tergalaunya seorang mahasiswa, dan gue rasa itu benar.

Sebenarnya hal yang bikin kita takut itu adalah 'ketidaktahuan' akan sesuatu. Contohnya, kenapa kita takut gelap? karena kita gak pernah tahu ada apa dalam kegelapan itu. Lalu ketika ujian, kita gak tau pertanyaan macam apa yang akan keluar di soal ujian nanti, makanya kita takut.

Masa depan itu sifatnya gak pasti, makanya kita takut. Menurut gue ketakutan seseorang itu wajar sih. Asal jangan karena takut kita malah jadi gak ngapa-ngapain, selama kita berusaha untuk membuat masa depan kita jadi lebih baik gue rasa kita gak perlu takut. Karena, barang siapa yang berusaha untuk merubah nasibnya insya Allah selalu ada tangan-Nya yang siap membantu. You'll never know..

Gue melihat jalan Braga yang sedang kita lewati melalui jendela kaca mobil yang hitam. Gue inget banget waktu pertama kali ke Braga, bareng Bunga. Waktu itu gue masih kelas 3 SMA dan tanpa terasa ternyata itu udah hampir 5 tahun yang lalu. Rasanya baru aja kemarin gue foto dengan latar belakang gedung itu, rasanya gue baru aja nonton di dalem mall itu, rasanya baru aja kita berpose hampir di setiap gedung unik di braga.

Gue udah berubah, Braga juga udah banyak mengalami perubahan sejak pertama kali gue kesini, demikian pula dengan kota Bandung.

'Waktu itu emang cepet berlalu yu, liat aja suatu saat kita akan ngobrol dengan topik seperti ini di dalam mobil kayak gini, tapi bedanya kita akan menuju pernikahan salah seorang temen kita...'
'Siapa ya dari kita berempat yang bakal nikah duluan? Masa Bima?' kata Wahyu
'Siapapun yang nikah duluan, pokoknya kita harus ngadain garden party!'