Monday, April 29, 2013

The Oldest Thing

Semua orang pada dasarnya pasti punya keinginan untuk melihat kembali ke masa lalu, termasuk gue. Emang apa sih hal yang paling tua, ancient, kuno yang ada di dunia ini? Dinosaurus, piramida Giza, fosil mumi? Bukan. Jawabannya adalah bintang, Iya bintang yang setiap malam bertaburan diatas kepala kita.


Why is looking out into space the same as looking back in time?

Pada dasarnya kita bisa melihat sebuah objek karena objek tersebut memantulkan gelombang cahaya. Cahaya yang dipantulkan oleh objek tersebut kemudian diterima oleh mata kita dan diproses sampai akhirnya kita bisa mendapatkan gambaran dari objek tersebut secara visual.

Cahaya (visible light) itu termasuk gelombang elektromagnetik, sebenernya cahaya juga disebut partikel sih makanya ada istilah dualisme partikel dan gelombang. Oke, tapi daripada OOT nih mendingan kita gak usah bahas itu dulu. Gelombang elektromagnetik sendiri memiliki cepat rambat kurang lebih sebesar 300000 km/detik, bandingkan dengan kecepatan sepeda motor yang memiliki kecepatan maksimum hanya sebesar 120 km/jam. amanzing?! Gak sih biasa aja.

Oke lanjut, karena kecepatan cahaya sangat sangat besar maka efek dari ‘keterlambatan cahaya’ untuk sampai di mata kita pada kehidupan sehari-hari ini gak begitu terasa karena satuan jarak hanya dalam orde meter aja. Tapi beda lagi jika di alam semesta.

Di alam semesta jarak biasanya dalam satuan orde tahun cahaya (tahun cahaya = jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun). Do the math!

Jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu 1 detik = 300000 km.
1 tahun = 3600 detik x 24 jam x 30 hari x 12 bulan = 31104000 detik.
1 tahun cahaya = 31104000 detik x 300000 km/s = 9.3312 x 1012 km!

Maka jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun adalah sebesar 9.3312 x 1012 km! ini baru fantastic!

Bintang yang paling dekat jaraknya dengan bumi adalah bintang Rigil Kentaurus pada rasi bintang Centaurus, yaitu sekitar 4.3 tahun cahaya. “Berapa kilometer dari bumi tuh?” Hitung sendiri, jangan manja ah.

Sekarang pasti udah kebayang kan jarak antara suatu benda langit di alam semesta itu amat sangat jauh?  Oleh karena itu cahaya dari sebuah benda langit membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke mata kita. Makanya ada fenomena yang gue sebut ‘keterlambatan cahaya’ ini.

Nih coba nih gue kasih contoh soal:
Jarak Matahari-Bumi sebesar 150 juta km. Berapa waktu yang dibutuhkan oleh cahaya untuk sampai ke mata kita? (8.3 menit)

Yap setiap kita melihat bintang, kita itu melihat masa lalu dari bintang tersebut. Bisa aja sebenernya bintang itu udah meledak, mati, atau bahkan udah berubah jadi supernova.

Sama kayak petir, kita bisa melihatnya duluan sebelum mendengarnya, karena cepat rambat suara di udara kurang lebih 340 m/s (biasanya sih di sea level) tergantung massa jenis, suhu, dan tekanan udara.
Post a Comment