Wednesday, January 21, 2015

How to Make a Heart Curve using Simulink

Hello guys, well I have a lot of free time right now and I have no idea what to do to killing time so I decided to open Matlab in my computer and draw some stuff... using Simulink! Hahaha.



I created a .mdl file that can draw heart curve in 2-D plane. You know that the valentine day is approaching right? Give her/him a hand-made chocolate is too mainstream, I guess. So why don't you try this one? I think it is not too hard to do even though you are beginner. If you really have no idea how to use Simulink, there's still plenty of time for you to practice right?

So, this is the steps to draw a heart curve in 2-D plane using Simulink:
1. First, you need to know the heart curve formula. You can find the formula in here, Heart Curve Formula. Thanks to Weisstein, Eric W. you make it more easier.
2. Now, open Matlab in your computer > open Simulink > open new model. You will be faced by a blank space. The picture below shows my final model. I make it colorful to make it easier for you to understand. You can choose any heart shaped curve you prefer among those available 6 heart shaped curve, but I'll choose the perfect one.


3. Next step is create the model from available blocks in the Simulink library. This is a block cluster inside the blue box. It represents equation x=16sin^3(t).
4. Then, this is a block cluster inside the red box. It represents equation y=13cos(t)-5cos(2t)-2cos(3t)-cos(4t).

5. Then, you need to connect the ouput X and Y in "XY Graph", the green one, block.
6. For the input, you just need to use block "Clock", the cyan one.
7. Now, run the program by pressing (Ctrl+T) and see the magic happens.

So, what are you waiting for? Open your Matlab, create this and send it to your love one. You can thank me later.

P.S.: Please let me know if you have something on your mind regarding to this tutorial or if you need to see my .mdl file, you can leave your comment below.

Wednesday, January 14, 2015

Kemeja Ganteng

Beberapa hari yang lalu gue membaca artikel hipwee tentang gaya berpakaian cowok yang menurut cewek keren. Setelah gue baca artikel tersebut dengan seksama gue menyimpulkan bahwa menurut sebagian besar cewek, cowok yang menggunakan kemeja dan sepatu maka tingkat ke-kerenan-nya akan bertambah beberapa persen.

Berbica tentang hal ini, gue jadi punya sebuah pengalaman yang membuktikan fakta tentang artikel dari hipwee ini.

***

Suatu hari di bulan September 2013.

Gue baru aja selesai mandi pagi, setelah lebih dari 2 hari gak mandi gara-gara hujan yang sering turun di Bandung yang bikin mager buat mandi, saat gue melihat ada pesan singkat yang masuk ke handphone gue.

"Toooor! Nanti malem kita jadi dinner, pake baju rapih ya." kata Cia dalam pesan singkatnya.
"Oke. Dinner dimana sih?" bales gue singkat.
"Ada deh, rahasia." bales dia setelah tidak lama gue mengirimkan pesan singkat gue.

Gue memutuskan untuk tidak membalas pesan singkat dari temen gue itu tadi dan langsung memilih pakaian apa yang akan gue kenakan untuk dinner malah hari nanti. "Baju rapih, baju rapih, baju rapih" kata-kata itu terus gue ulang-ulang dalam hati sambil gue mencari baju rapih di tumpukan lemari pakaian gue.

Berhubung gue tidak akan pulang lagi ke kostan karena aktifitas gue di kampus yang cukup padat, akhirnya gue memutuskan untuk mengenakan polo shirt berwarna putih dengan logo suatu brand pakaian pada bagian dada sebelah kirinya.

Gue memilih polo shirt karena gue males ke kampus berpakain rapih. Gue ngerasa out of place aja kalo ke kampus berpakaian rapih jika tidak ada acara tertentu yang mengharuskan gue untuk berpakaian rapih. Ini kampus bukan mall. Jangan kayak kampus sebelah, mau kuliah tapi pakaiannya udah kayak mau ke mall. Lagipula waktu itu gue berpikir, paling kita cuma akan dinner di suatu tempat makan biasa.

Gue lagi di KMPN sambil mengisi waktu luang saat Cia dan Yajo nyamperin gue dari belakang.
"Woy Tor, lo nanti pake baju ini doang?" kata Cia.
"Iya, emang kenapa? rapih kan?" gue jawab
"Dih elo tuh ya, kita mau makan di tempat bagus tau. Masa baju lo kayak gini."
"Hah..... Makan dimana sih? paling juga Gokkana? Hanamasa? Giggle Box?"
"Ada deeeh" Masih aja sok rahasia-rahasian aja si kampret ini. "Lo gak akan pulang ke kosan dulu? Ganti kemeja gitu" kata dia lagi
"Yah gue cuma punya kemeja 1 biji. Itupun lagi dicuci. Lagian mager ah gue kalo udah di KMPN" Gue ngeles dan emang mager. Gatau ya rasanya kalo udah di KMPN itu males banget kemana-mana. Bahkan sekedar hanya untuk membeli makanan ya.

"Yaudah tar gue cariin kemeja di apartement gue. Tar malem gue bawain. Daripada lo pake baju kayak gini, malu-maluin ntar." Gue cuma bengong menanggapi perkataannya Cia.
"Wahyu mana? Ajakin jangan lupa. Gue balik dulu ya."
"Iyaaa..." dan gue langsung nyamperin temen gue.
.
.

"Mau diculik makan dimana sih kita nyet, kok dua orang itu lebay bener harus pake baju rapih segala."
"Gatau gue juga. Hotel kali."
"Iya kali ya. Tau ah. Ikutin aja kata mereka, yang penting gratis." Kata gue. Yah namanya juga (dulu) masih mahasiswa, tawaran apapun yang gratisan pasti disikat kan? (grin)

Setengah 7 malem gue lagi duduk di depan KMPN pas Cia ngabarin gue kalo mereka berdua udah nungguin di depan parkiran sipil.

"Oke, kita otw kesana" bales gue singkat. Gak beberapa lama kita sampai di depan parkiran sipil dan langsung masuk ke mobil mereka.
"Nih tor kemejanya, cobain pake." kata Cia sambil menyodorkan kemeja kotak-kotak berwarna hijau dan hitam ke gue. Gue mengambilnya dan langsung gue coba pake. "Ahhh ini mah kegedean ci." kata gue.
"Hahaha iya itu kemeja kakak gue, gapapa udah ih yang penting rapih"
"Ya rapih sih, tapi kan gue jadi gak keren kalo pake kemeja kegedean kayak gini"

Akhirnya sepanjang dinner di tempat makan tersebut gue harus pake kemeja yang kebesaran. Untungnya tempat dinner nya gak rame, jadi gue bisa puas makanin semuanyaaaaa... eh maksudnya gak malu pake kemeja kegedean.

Kepo gak gue akhirnya dinner dimana? Kepo kan? Tapi gak mau ah gue ceritain, pokoknya tempatnya sabi! Makananya juga sabi! (iyalah gratisan)

Yap, this is the end of the post. Kalian harus tau, sejak kejadian itu karena gue gak kemeja. Akhirnya pada ulang tahun gue di tahun 2013 gue dihadiahin kemeja sama mereka bertiga. Keren kan temen-temen gue? :')

Btw, ini beberapa foto gue saat berkemeja. Jarang-jarang gue pake kemeja, biasanya kaos obolongan doang. Gerah euy soalnya. Ganteng gak? Bilang ganteng aja udah meskipun gue gak ganteng, nyenengin orang gak ada salahnya kan. (sad)




Tuesday, January 13, 2015

Idealisme vs Realita.

Terjebak di sebuah hubungan dimana lo harus terpaksa buat mengatakan "cinta" tiap hari itu gak enak. Padahal di dalam hati lo gak ada "cinta" sedikitpun. Gue pernah, setiap hari gue harus berbohong, setiap hari gue harus menjadi orang yang bukan diri gue sendiri. Bayangin gimana rasanya terjebak dalam hal seperti itu selama beberapa hari/bulan/tahun?

Setelah pengalaman itu gue belajar untuk jangan pernah berpikir "Ah coba aja dulu, kali aja gue bakal cinta/betah/kerasan" dalam hal apapun yang membuat lo terikat. Seperti pacaran, menikah, kuliah, atau kerja.

Untuk itulah selama ini gue menjomblo karena gue gamau terjebak dalam 'ikatan' yang seperti itu lagi. Well, gak valid juga sih pernyataan gue yang sebelumnya. Soalnya selama 2 tahun terakhir ini gue mengejar seorang cewek yang sama. Seorang cewek yang cuma butuh 3 detik buat bikin gue jatuh cinta. Meskipun pada akhirnya gue harus ditolak 3 kali oleh dia karena dia punya keyakinan kalo dia gak yakin sama gue. Bingung bingung deh lo.

Tapi gue berpikir dan mencoba untuk menempatkan diri gue di posisi dia, dan gue pasti akan melakukan hal yang sama. Pasti.

Seperti yang sudah gue jelaskan di awal. Emang enak rasanya kalo menjalin hubungan dengan sesuatu/seseorang yang gak lo sukai? Gak enak pasti. Disini lah gue sadar dan menerima kekalahan gue. Kalo gue cinta tapi dia gak cinta? Kalo gue paksain pasti gak akan baik jadinya hubungan kita nanti.

Begitu juga prinsipnya dengan mencari kerja. Jujur sekarang gue sedang kelimpungan untuk mencari kerja yang sesuai sama jurusan gue. Sejujurnya gue cinta banget sama yang namanya aerospace. Gue suka setiap aspek di dalamnya. Aerospace itu keren, unik, leading-edge technology, dan aerospace itu adalah masa depan.

Gue masih pengen bisa bekerja di tempat yang masih berkaitan dengan aerospace. Tapi kenyataan pahitnya adalah aerospace engineer di Indonesia rata-rata belum banyak dibutuhkan karena keterlambatan perkembangan teknologi di negara tercinta kita ini, Indonesia, dan perusahaan yang biasanya mempekerjakan aerospace engineer di Indonesia membayar engineernya dengan tidak layak. Sedih.

Lalu, ketika idealisme terbentur dengan realita? Siapakah yang akan menang? Apakah gue harus bekerja dengan gaji minimal tapi berhubungan dengan aerospace yang gue cintai demi memajukan cita-cita bangsa? atau gue harus bekerja dengan gaji maksimal tapi bukan di aerospace, di bidang lain yang gak sama sekali gue cintai seperti aerospace?

Yah, gue kalo bisa cari kerja yang gue cintai jadi gue gak ngerasa kerja. Makanya gue sampai sekarang memilih untuk pengangguran dulu sampai gue benar-benar dapet kerja yang cocok.

Tapi seringnya, kita tidak pernah mendapatkan apa yang sesuai kita harapkan. Semua pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Jadi jangan kebanyakan milih ya!

Yap, this is the end of racauan gue siang hari ini. Buat yang memiliki pengalaman serupa kalian mungkin bisa share di comment box di bawah ini. Semoga gue mencapai titik yang paling efektif di antara keduanya. Semoga. Amin.

Ciao!

Monday, January 5, 2015

Drive-in Movie Theater!

Gue merupakan orang yang sangat menyukai film. Dulu (kesannya kayak udah lama banget) ketika gue masih kuliah, gue menonton hampir semua film baru yang keluar di bioskop. Rasanya seperti ada yang kurang kalo lo gak nonton film baru itu di bioskop, selain kita akan lebih update dengan perkembangan dunia perfilman, nonton di bioskop itu juga seru karena gue biasanya nonton bareng temen-temen gue. Gue paling sering nonton ya sama mereka ini.

Bioskop favorit kita buat nonton itu adalah blitzmegaplex karena tempatnya yang nyaman, dan kemudahan proses pembelian tiketnya yang bisa menggunakan blitzcard, lalu biasanya banyak diskon untuk mahasiswa juga, selain itu juga blitzmegaplex yang ada di Bandung tempatnya di Paris van Java. Kalian tau sendiri kan PVJ itu tempatnya cewek-cewek cantik, selain nonton filmnya kita pun suka nontonin yang nonton filmnya juga.

Selain itu, buat gue nonton di blitzmegaplex itu selalu membuat gue inget akan kejadian lucu yang pernah gue alami pas tahun 2010. Buat yang belum baca, bisa baca di sini.

Gue udah pernah nonton di layar tancep (anak-anak kampung pasti pada tau layar tancep), 'bioskop' asal-asalan, bioskop dengan kualitas bawah, sedang, sampai yang luxurious abis. Gue pun udah pernah mencoba nonton di 4DX. Tapi satu yang belum pernah gue coba, Drive-in Movie Theater. Seperti gambar di bawah ini. Menurut gue Velvet Class nya blitzmegaplex pun akan kalah dengan suasana nonton seperti ini.


Dulu sekitar bulan November 2013 kalo gue gak salah inget, pernah diadakan konsep nonton film seperti ini oleh Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB. Gue seneng banget saat mengetahui hal ini, tapi kebahagiaan gue berakhir beberapa detik kemudian setelah gue sadar... Gue gak punya mobil. (sad)

Mobil merupakan komponen yang paling penting dalam konsep drive-in movie theater ini. Gue merasa sangat-sangat bodoh udah melupakan satu elemen penting ini. (sad)

Akhirnya waktu itu gue gak jadi buat nonton ini, lebih karena gue gak punya mobil bukan karena gue gak punya temen. Sebenernya seandainya gue punya mobil, gue pasti akan mengajak siapapun temen gue yang saat itu kebetulan lagi kosong. Tapi kalo gue gak ada mobil terus gue ngajak temen gue, yang ada malah bakalan jadi kayak gini

"Nonton ini yuk, seru loh konsepnya. Nonton dari dalem mobil gitu" sambil nunjukin selebaran dari LFM ke temen gue (siapapun dia).
"Wah kok seru, yuk!"
"Emm.. Pake mobil lo ya tapi" kata gue
"Eh... Sorry tiba-tiba nyokap gue nyuruh pulang ke Jakarta... Bye." bales dia

Percakapan di atas hanyalah ilustrasi belaka.

Gue rasa konsep drive-in movie theater ini sangat jarang ada di Indonesia dan bener-bener sedih rasanya harus menunggu entah sampai kapan buat ikut acara seperti ini lagi. Buat kalian yang mungkin mengetahui sebuah tempat yang mengadakan acara ini, terus kepingin nonton, dan kebetulan gak ada temen. Gue siap kok nemenin kalian. (grin)

Yap! this is the end of the post. Buat kalian yang pernah punya pengalaman nonton di drive-in movie theater bisa berbagi pengalaman kalian di comment box di bawah ini ya.

Sumber gambar: 1.

Wednesday, December 31, 2014

Resolusi 2015

Pada post kali ini gue akan menuliskan beberapa resolusi yang udah gue tentukan untuk tahun 2015 ini. Harapannya sih 80% dari resolusi gue untuk tahun 2015 ini terwujud. Kenapa cuma 80%? karena setelah 4 tahun berada di dunia teknik gue jadi tau bahwa di dunia ini tuh gak ada yang namanya 100%. Lagipula selama di bangku kuliah gue jadi sadar, untuk mendapatkan nilai A kita gak harus mengerjakan semua soal secara sempurna tapi cukup 80% aja yang dikerjain. Ya gak?

Pertama,
Kerja. Tentu saja ini merupakan target utama gue di tahun 2015. Gue udah lulus sejak 18 Oktober 2014. Tentunya gue gak mau mempertahankan gelar pengangguran gue terlalu lama. Malunya itu loh sob. Lagipula, kalo gue kelamaan nganggur, kapan gue bisa nyicil rumah? kapan gue nyicil mobil? kapan gue nyicil buat biaya pernikahan? Iya gak? Yaaah meskipun calonnya emang belom ada tapi gak ada salahnya kan kalo udah dipersiapkan sedini mungkin.

Kedua,
Sudah hampir satu tahun gue mengenal grup band asal negeri sakura ini, One Ok Rock. Awalnya gue kurang suka sama lagunya yang bergenre rock. Tapi karena ada seseorang yang suka banget sama OOR ini dan dialah orang yang memperkenalkan gue dengan OOR. Maka gue mencoba untuk menyukai OOR. Eh lama kelamaan malah gak perlu dipaksa pun gue mulai ngefans sama grup band ini dengan sendirinya. Apalagi setelah melihat aksi mereka di setiap konsernya yang bikin gue kepingin banget buat mendengar lagu mereka secara langsung dan bernyanyi bersama Taka (vokalis OOR) dan para fans OOR lainnya.

"Apah khabar Indonesiah!!!" *menirukan Taka waktu konser di Senayan*

Ketiga,
Natal. Loh kok natal? Tenang dulu, gue gak bermaksud buat pindah agama kok. Alhamdulillah gue seorang muslim yang masih memegang teguh kalimat ini.

أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

Maksud gue disini adalah gue bisa merasakan suasana natal di negeri bersalju. Gue pengen banget ikut merasakan kebahagian para umat kristian saat natal tiba. Minum coklat panas di dekat jendela sambil memperhatikan salju yang turun dan memperhatikan hiasan-hiasan natal di rumah tetangga-tetangga gue nanti. It could be great, right?

Jangan tanya minum coklat panasnya sendiri apa sama pasangan. Jitak nih.

Keempat,
Overseas! Tahun depan gue harus bisa keluar negeri entah itu untuk urusan pekerjaan, kuliah, atau hanya sekedar liburan. *brb bikin paspor*

Kelima
Menguasai minimal 2 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Well, currently English and 日本語  勉強. Saat ini gue sedang mempelajari bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. It's pretty hard to use English and Japanese at the same time in one sentence because there's significant difference between them, English and Japanese.

Dalam bahasa Indonesia kita mengenal Subjek - Predikat - Objek, S-P-O. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki urutan S-P-O yang sama dalam sebuah kalimat. Sedangkan hal ini tidak berlaku pada bahasa Jepang. Pada bahasa Jepang susunan kalimatnya adalah S-O-P.

Saya (S) ingin menonton (P) televisi (O). Bahasa
I (S) want (P) to watch (O) televison. English 
私  ビ  見.
Watashi (S) wa terebi (O) o mitai (P). Japanese

See?

Keenam
Last but not least, tentu saja seorang pendamping, pacar, pasangan hidup yang tentunya untuk menemani gue menjalani semua resolusi gue di tahun 2015 ini dan mampu memberikan energi positif buat gue.

By the way, entah kenapa gue benci sama orang-orang yang menyebut pacar mereka dengan sebutan partner. Orang itu adalah pasangan hidup lo, cinta mati lo, tulang rusuk, belahan jiwa. Emang lagi mau bikin bisnis, disebut partner?

Well, this is the end of the post. Buat kalian yang punya resolusi buat tahun 2015 semoga semua resolusinya terwujud. A? miiiiin...

Tuesday, December 30, 2014

2014!

Post ini berisi tentang semua kejadian yang gue alami selama tahun 2014. Apabila ada kesamaan dalam penulisan nama tokoh dan karakter, tempat kejadian, dan lain-lain, eta mah disengaja. Sumpah, sumpah, sumpah!

Januari - New Hopes

Bulan Januari 2014 merupakan bulan yang baru karena ini adalah bulan pertama di tahun 2014. Pada bulan ini gue pertama kali mengenal grup band asal negeri sakura, One Ok Rock. Awalnya musik mereka terdengar aneh, tapi lama kelamaan asik kok. Trust me, gak ada yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kan?

Di bulan ini juga akhirnya gue mengunjungi Tangkuban Perahu bersama beberapa orang teman gue, setelah hampir 4 tahun tinggal di Bandung, akhirnya. Padahal awalnya gue GAK DIAJAK (sengaja dicapslock biar orangnya pada baca) dan (jadi) gak tertarik buat ikut, tapi akhirnya malah jadi ikutan juga. Pundungan ya gue orangnya.

Disana tuh anginnya kenceng banget makanya pada sipit semua matanya orang-orang yang ada di foto di bawah ini.

Tangkuban Parahu
Kemudian cerita lainnya berasal dari circle pertemanan gue yang lain. Setelah satu setengah tahun tidak bertemu, akhirnya kelompok Putri Duyung (Indigo), kelompok yang gue dan Lian diklat pada OSKM 2012, merencanakan untuk kumpul, foto studio, dan makan-makan. Untunglah rencana ini tidak hanya menjadi sekedar wacana belaka.

Spot The Differences!
Ternyata tidak ada yang berubah dari mereka semua, mereka tetaplah anggota kelompok Putri Duyung Indigo yang sama seperti yang dulu gue kenal. Tetap Indigo. Indigo seinget gue adalah sebutan bagi kami untuk orang-orang yang yaaa ..... gitu deh. HAHAHA

Pelajaran yang gue dapat di bulan Januari adalah terkadang usaha yang maksimal tidak mendatangkan hasil sesuai yang kita harapkan. Usaha yang efektif & efisien lah yang mendatangkan hasil yang optimal. Sekali lagi, jangan kerja keras, tapi kerja pintar.

Februari - Love Month

Bulan Februari gue awali dengan pergi ke bukit Moko bersama seseorang. Perjalanan ke Moko bener-bener gak mudah sob. Jalannya yang menanjak dan belum di aspal membuat gue sedikit kewalahan. Untungnya kita berhasil sampai puncak, yah meskipun di puncaknya kita cuma disambut dengan awan mendung. Gagal deh liat keindahan kota Bandung dari atas sini. Padahal gue mau ngikutin salah satu adegan di film Jomblo yang settingnya di atas bukit juga, terus gue ngomong gini juga seperti Agus ngomong ke Lani.

"Setiap hari, embun datang memberikan kedamaian selama beberapa detik. Sama kamu, kedamaian itu ada di setiap detiknya"

Tapi gak jadi gara-gara ujan gerimis keburu dateng. Nasib-nasib.

Nah harusnya tuh penampakannya kayak gini.

Moko, sumber: google.
Eh ini mah pemandangan bukit Mokonya, susah soalnya euy nyari pemandangan bukit Moko yang gak ada orang pacarannya di google. Pokoknya mah kurang lebih kayak gini. Bagus kan?


Pernah baca bukunya Raditya Dika yang berjudul Marmut Merah Jambu? Kalo pernah, kalian pasti tau ada sebuah kalimat di dalam buku itu, tepatnya pada halaman 92, paragraf ke-2.
"Jika cinta bisa membuat tahi menjadi rasa coklat, maka cinta juga bisa membuat rasa coklat menjadi rasa tahi"
Di bulan Februari ini, yang katanya bulan penuh cinta, gue merasakan bagaimana sesuatu yang bernama "Cinta" dapat membuat rasa permen coklat green tea yang diberikan oleh Vanya ke gue menjadi hambar. Gue memang tidak bisa merasakan rasa permennya tapi gue bisa merasakan 'sesuatu' yang lain, lebih seperti semangat positif, dari temen gue itu di secarik kertas yang dia sisipkan di bungkus permennya "Cheer up Tor!"

Bulan Februari mengajarkan gue bahwa gue dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi gue, meskipun mereka tidak menunjukan itu setiap hari. Best friends are always there for you :')

Maret - A Month Full of Denial

Pada bulan ini gue resmi turun dari jabatan gue sebagai Ketua Divisi Media Komunikasi dan Informasi KMPN ITB. Gue dulu gak pernah punya mimpi buat menjadi BPP di KMPN. Gue adalah kacung kampret sejati. Tapi entah kemasukan setan apa akhirnya Ochen memilih gue untuk membantu dia pada saat itu. Semoga gak nyesel ya chen udah milih gue :(

BPP KMPN 2013 - 2014
Bulan Maret ini lebih seperti bulan pelarian buat gue. Gue berusaha melupakan masalah yang gue alami pada bulan Februari lalu dengan mengambil kegiatan sebanyak mungkin. Gue ikut PKM, gue ikut perlombaan untuk mendesain bandara di Swedavia, dan gue pun memilih untuk mengabdikan diri gue lagi di KMPN sebagai Dewan Perwakilan Anggota (DPA), fungsi dari DPA di KMPN ITB sendiri adalah sebagai lembaga legislatif.

Pada hari Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, 23 Maret 2014. gue resmi dilantik sebagai salah satu dari 9 anggota DPA KMPN ITB dihadapan puluhan massa KMPN saat itu. Dingin sob.

April - Global Astronomy Month

Pada bulan ini gue bener-bener memaknai kata-kata ini "Global Astronomy Month" karena pada bulan April hampir setiap akhir pekan gue selalu menyempatkan diri ke Jakarta untuk keperluan astronomis.

Minggu kedua di bulan April, gue sedang mempersiapkan kemampuan berbicara bahasa Inggris gue untuk menghadapi anak-anak dari Jakarta International School. Akhir minggu ini gue bersama beberapa orang teman gue dari HAAJ diutus untuk menjadi pembimbing mereka belajar mengenai Astronomi selama 2 hari di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Gue merasa tertarik mengambil tawaran ini karena gue memang suka sama anak kecil (bukan pedofil). Maksudnya adalah ya gue suka sama anak kecil, ah kambing ambigu banget kalimat gue. Gitu lah pokoknya mah.

Foto oleh Rayhan Cygnus
Jadi selama 2 hari gue dan teman-teman gue bermain bersama mereka, mengajarkan mereka bagaimana merakit teleskop serta menggunakannya, juga mengajarkan mereka tentang rasi bintang. Alhamdulillah mereka sangat antusias dengan kegiatan ini.

Lalu seminggu setelahnya, gue kembali diutus untuk membantu mengurus acara Star Party. Star Party adalah sebuah kegiatan mengamati benda langit selama semalam suntuk. Waktu itu tempatnya di Gymnasium IPB, pesertanya ada sekitar 400 orang. Sementara kami hanya berjumlah 20 orang kalo gak salah.

Gue sangat senang dengan antusias para peserta pada hari itu. Karena mereka terus mengantri untuk melihat benda langit melalui beberapa teleskop yang sudah kami sediakan. Meskipun sangat capek karena harus ngomong dari malem sampe pagi dan cuma tidur sekitar 60-90 menit aja tapi gue seneng.

Menjadi pendamping seperti ini merupakan pengalaman yang baru buat gue, bener-bener baru. Gue awalnya adalah orang yang takut ngomong di depan orang lain. Tapi siapa yang menyangkan gue berhasil melewati itu semua.

Pelajaran di bulan April adalah jangan takut untuk mencoba sebuah hal yang baru. Karena kalian tidak akan pernah tahu pengalaman baru apa yang dibawah oleh sesuatu yang baru tersebut bukan? Lebih baik menyesal karena mencoba daripada menyesal karena tidak mencoba.

Mei - Deal With It!

Pada bulan Mei yang gue inget hanyalah gue terjaga sampai larut malam. Karena kebetulan bulan Mei merupakan bulan UAS, selain itu gue juga terus terjaga sampai larut malam karena nemenin seseorang yang lagi di rumah sakit. Ya meskipun cuma via Line.

Lalu ada pengalaman keren, ya kalo menurut gue emang keren, di bulan Mei ini. Waktu itu gue harus ikut UAS Avionics karena nilai gue masih kurang 1 point buat dapet A. Karena cuma butuh satu point buat dapet A akhirnya malemnya gue gak belajar sama ekali. Pagi harinya UAS dimulai pukul 9 kalo gak salah. Gue sengaja dateng telat 15 menit ke ruang ujian, toh gue cuma butuh 1 point. Sampai di ruang ujian gue langsung diberikan lembar soal dan jawaban.

Gue tulis nama, NIM, kemudian gue langsung mengerjakan soal nomer 1. Kalo gak salah soalnya adalah "Sebutkan berbagai macam tipe pesawat militer? Minimal 3 (bobot soal 5 point)" gue jawab sambil tutup mata.
"1. Air Superiority (Su-47), 2. Ground Attack (A-10-A), 3. Strategic Bomber (B-2). 4. Air-to-air Refuelling, 5. Airborne Early Warning, etc  "

Tidak sampai 5 menit gue berada di ruang ujian kemudian gue memberikan lembar soal dan jawaban gue ke dosen gue yang bersangkutan "Ini sudah selesai pak"

Bapaknya heran, temen-temen gue yang di ruang ujian pun cuma bisa melihat gue kagum, asli gue berasa keren banget disini. Dateng ujian telat, keluar paling cepet. Lalu gue pun menikmati sarapan pagi gue di KMPN sambil ditemani suara monyet-monyet di kebun binatang Bandung.

Hasil akhirnya? Gue dapet A. *benerin posisi kacamata*


Juni - K-U-L-A-P

Akhirnya setelah menunggu selama 3 tahun lebih, pada bulan ini angkatan gue dapat berangkat kulap juga. Ini adalah kulap yang pertama dan terakhir buat gue. Kulap AE 2010 ini keren banget, karena kita berkeliling ke markas TNI AU di daerah Jawa Timur dan Jogjakarta. Jogja sob Jogja!

Kulap AE 2010
Terima kasih sebesar-besarnya gue ucapkan untuk kalian para panitia kulap dan abang-abang TNI yang sudah lelah mengurus kulap kita yang super duper pecah!

Bahkan yang sempat membuat gue kagum adalah perjalanan kulap angkatan gue sampai masuk ke situs berita ITB. Usut punya usut ternyata gue tau kenapa sampe ada beritanya di situs berita ITB. Penjahat emang tuh orang, bisa aja modusnya! HAHAHA

Selanjutnya diakhir bulan Juni, kalo gue gak salah inget beberapa hari sebelum puasa, gue diutus lagi untuk mengisi stand HAAJ di sebuah acara di Gandaria City Mall. Nama acaranya Star Trek : The Exhibition.

Star Trek : The Exhibition
Gue disana ketemu anak kecil yang kebetulan dibawa oleh orangtuanya ke pameran tersebut. Tugas gue adalah memperkenalkan mereka dengan teleskop. Gue seneng banget melihat antusias di wajah anak-anak itu saat mereka merakit teleskopnya sendiri, tentunya tetap didampingi oleh gue.

Jadi gak sabar pengen punya anak kecil. Eh

Juli 

8 - 9 Juli 2014 gue menjadi salah satu petugas quick count pemilihan Presiden RI di sebuah lembaga survey yang gue lupa namanya, yang gue inget cuma lembaga ini lebih cenderung berpihak ke Jokowi. Waktu itu tempatnya di Menara 165 di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan. Ini adalah pengalaman yang bener-bener seru abis karena gue bertemu banyak orang (cewek) dari Universitas Indonesia. (grin smile)

Banyak temen gue yang bilang (anak ITB tentunya) kalo anak kampus sebelah itu cantik-cantik. Gue pun merasa setuju dengan pendapat temen-temen gue itu, tapi.... mereka cantik karena make-up. Percaya deh, gue sempet kaget pertama kali melihat cewek-cewek ini dengan make-up mereka yang jelas terlihat. Culture shock ibaratnya mah, soalnya selama di Bandung khususnya di ITB gue merasa cewek-ceweknya cantik natural tanpa make-up. Sureee tanpa make-up padahal mah, tau kok gue tau. Yaelah. Tapi kalian (cewek-cewek ITB) tetap nomer satu kok! ;)

Terkadang rumput tetangga memang selalu terasa lebih hijau, padahal rumput sendiri tuh lebih asik.

Aeronotika & Astronotika ITB 2010
Bulan Juli lebih banyak gue habiskan bersama angkatan gue, Aeronotika dan Astronotika 2010, karena sebentar lagi kita akan berpencar. Jadi mungkin ini adalah kesempatan terakhir kita untuk dapat berkumpul sebanyak ini. Jadi sedih kan.

Agustus - 30 Hari Mengejar Sarjana!

Gue gak terlalu banyak mengingat kejadian-kejadian yang ada di bulan Agustus ini. Gue hanya mengingat pada bulan ini gue hampir setiap hari dateng pagi ke lab, buka laptop, bimbingan, ngoding seharian, dan baru pulang malam hari. Siklus ini bertahan hampir 30 hari lamanya. Bahkan terkadang gue harus menginap di lab. Makanya gue selalu bawa peralatan mandi gue di dalam tas...... juga anduk, bantal, dan selimut.

Oh iya, pada bulan Agustus ini juga ada acara tahunan yang diadakan oleh KM-ITB, iya OSKM. Gue dan beberapa temen gue kebetulan menyempatkan diri untuk menghadiri prosesi penutupan acara yang berlangsung setahun sekali ini. Secara gak disengaja gue pun bertemu dengan orang-orang 'lama', orang-orang yang dulunya menjadi kacung kampret di acara OSKM ini, sama seperti gue.

Closing OSKM ITB 2014, Saraga.
Liat kan, mukanya udah pada tua semua. Muka-muka penghuni lama yang harus segera meninggalkan kampus. Tapi kenyataannya mereka semua masih pada betah di kampus. Bahkan sampai rela-relain dateng ke acara tahunan ini.

Mungkin sudah menjadi kebiasaan buat mereka, termasuk gue, yang setiap tahunnya selalu menjadi bagian dari kaderisasi terbesar kampus ini. Kita berempat memulai menjadi bagian dari OSKM dari nol, dari kacung kampret, sampai sekarang pun kita masih jadi kacung kampret. Jadi rasanya tuh seperti ada yang hilang jika kita tidak menyempatkan diri untuk menghadiri acara tahunan ini. Karena,

"... sampai kapanpun, cerita jaman OSKM itu tak kan pernah terlupakan."

September - Sarjana Teknik.

Ini merupakan bulan yang paling penting yang gak akan pernah gue lupakan selama 2014. Karena pada bulan ini gue berhasil mendapatkan gelar Sarjana Teknik gue setelah 4 tahun gue berjuang mati-matian di ITB. Pada tanggal 26 September 2014 sekitar pukul 17.30 WIB di ruang seminar AE lt.4 gue resmi menjadi seorang sarjana.

Pasca Sidang
Terima kasih semuanya yang sudah datang dan memberikan selamat dan hadiah-hadiah lucunya ke gue. Ada juga yang gak sempet dateng tapi menitipkan hadiah lucunya ke gue. Gue terharu, makasih yah. (sparkling eyes)

Semoga kalian yang udah pada gak betah di kampus, cepet menyusul gue, diwisuda. Btw, wisuda itu enaknya cuma sehari loh. Besoknya juga langsung bingung mau ngapain. (sad)


Oktober - Graduation Month.

Ibaratnya pernikahan, kalo tanggal 26 September adalah akad dari ke-ST-an gue, pada tanggal 18 Oktober merupakan resepsi dari ke-ST-an gue. Hari ini, 18 Oktober 2014, gue diwisuda bersama dengan ratusan wisudawan dan wisudawati ITB lainnya di Sasana Budaya Ganesha.


Pada foto diatas, pada foto gue yang memegang kardus Indomie. Orang disebelah gue itu adalah orang yang bernama Vanya. Doi emang temen gue yang paling 'baik', liat aja tuh buktinya gue dikasih hadiah wisuda berupa satu kardus Indomie Goreng. SATU KARDUS! Lo bayangin dah tuh.

Kelompok 95 INKM 2010
Lalu foto di atas adalah foto gue dan kelompok 95 INKM 2010. Saat itu kita lagi ada acara makan-makan syukuran wisuda gue, Faiz, dan Dea. Jadi memang sudah menjadi tradisi di kelompok kita, jika ada yang lulus maka harus ngadain syukuran gitu. Waktu itu  tempatnya di Braga tapi gue lupa namanya, tempatnya cukup nyaman dan harganya gak terlalu mencekik kantong mahasiswa kok. Pas lah buat makan berdua. Eaaa.

Muka kita masih sama seperti dulu ya, masih unyu seperti waktu kita pertama bertemu 4 tahun yang lalu sebagai maba. I'll let you know, kelompok kita, 95, merupakan kelompok yang paling solid diantara kelompok lainnya pada saat INKM. Bayangin, setelah 4 tahun pun kelompok kita masih terus menjaga tali silaturahminya. Yaa meskipun dari 25 orang anggota kelompok yang ke kumpul cuma 7-10 orang doang sih.

November - Adaptation.

Seneng-senengnya selesai, wisuda udah beres, KTM gue udah bolong which means gue udah tidak berstatus sebagai mahasiswa lagi. Tapi.... gue masih belum bisa move on dari kehidupan gue sebagai mahasiswa di Bandung.

November buat gue menjadi bulan yang sangat mellow. Hujan yang turun setiap hari di Jakarta selalu mengingatkan gue akan kota Bandung. Gue se-gak-bisa-move-on itu dari Bandung. Rasanya sungguh amat sangat berat meninggalkan kota yang setiap sudutnya dipenuhi oleh kenangan ini. Akhirnya pada tanggal 12 November gue pun memutuskan untuk balik ke Bandung sebentar untuk menuntaskan rasa rindu gue.

Pada bulan ini juga gue diterima kerja di salah satu perusahaan yang berada di kota Batam, Perusahaan ini bergerak di bidang komunikasi, posisi gue saat itu adalah sebagai Spacecraft Analyst Engineer. Tapi seminggu sebelum gue mulai kerja, akhirnya gue memutuskan untuk tidak jadi mengambil pekerjaan ini karena satu dan lain hal yang tidak mungkin gue sebutkan disini.


Desember - Acceptance.

Bulan Desember sudah hampir selesai dan pada bulan ini sepertinya tidak ada yang spesial buat gue. Oiya harusnya, seandainya gue gak menolak tawaran kerja di Batam itu. Mungkin sekarang gue lagi di Batam, sendirian, di kamar hotel, kesepian, sambil melihat foto-foto temen-temen gue selama gue di Bandung, ngescroll timeline dan liat tweetpic keadaan kota Bandung dari @infobdg... dan sedang merencanakan untuk merayakan tahun baruan di Singapore, which is nice. Tapi sepertinya Tuhan memang memiliki rencana lain buat gue.

Di bulan ini gue menyadari kalo segala sesuatu yang berhubungan dengan kampus, kemahasiswaan, perkuliahaan, dan kehidupan gue di Bandung, sudah berakhir. Sekarang saatnya gue menghadapi kenyataan yang sudah menunggu gue di depan.

Ini adalah akhir dari post. Sebelum itu izinkan gue untuk mengutip salah satu kata-kata yang gue suka banget dari penulis favorit gue, Raditya Dika.

"Padahal, untuk melakukai pencapain lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan, rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya....

... untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kita gak perlu menjadi manusia super. Kita hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah." Manusia Setengah Salmon - Raditya Dika.

Well, it's been a great year. I am looking forward on you, 2015.

Monday, December 29, 2014

Heartache by One Ok Rock Chord (version 1)

Hey guys! For those who have no capo. I have posted another version of this chord on my blog, you can see it here, Heartache by One Ok Rock Chord (version 2). Have fun and enjoy it!


Capo 1

Verse:
C G
So they say that time takes away the pain
Dm F
But I'm still the same
C G
And they say that I will find another you
Dm F
That can't be true

Pre-chorus:
Dm F
Why didn't I realize? Why did I tell lies?
C G
Yeah, I wish that I could do it again
Dm F
Turning back the time, back when you were mine
G
All mine


Chorus:
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Hiroi atsumeta kokai wa
G
Namida e to kawari
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Ano hi no kimi no egao wa
G
Omeide ni kawaru I miss you



Interlude:
C F C F 


Verse:
C
Boku no kokoro o
G Dm F
Yuiitsu mitashite satte yuku kimi ga
C
Boku no kokoro ni
G Dm F
Yuiitsu fure rareru koto ga dekita kimi wa


Pre-chorus:
Dm F
Mou inai yo mou nanimo nai yo
C G
Yeah I wish that I could do it again
Dm
Turning back the time
F
Back when you were mine
G
All mine

Chorus:
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Hiroi atsumeta kokai wa
G
namida e to kawari
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm
Ano hi no kimi no egao wa
G
Omoide ni kawaru I miss you


Bridge:
F C
It's so hard to forget
G Dm
Kataku musunda sono musubime wa
F C
Yeah so hard to forget
G Dm
Tsuyoku hikeba hiku hodo ni
F C
You and all the regret
G Dm
Hodokonaku natte hanare nakunatta
F C
Ima wa tsuraiyo sore ga tsurai yo
F G
Sugu wasuretai yo kimi o


Chorus:
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm G
Hiroi atsumeta koukai wa namida e to kawari
C F
So this is heartache? So this is heartache?
Dm G
Ano hi no kimi no egao wa omoide ni kawaru
I miss you

C F C F C~

Friday, December 26, 2014

Himawari no Yakusoku ひまわりの約束 by Motohiro Hata (chord)

Capo 1

Intro:
A E D A F#m E D E

A E D A
Doushite kimi ga naku no
Kenapa kau menangis

F#m E D E
Mada boku mo naite inai noni
Saat aku tidak ada?

A E D A
Jibun yori kanashimukara
Betapa menyedihkannya diriku

F#m E D E A
Tsurai no ka dochi ka wakaranaku naru yo
Aku bahkan tak tahu apa yang salah dengan diriku

D E C#m F#m Bm E
Garakutadatta hazu no kyou ga futari nara takaramono ni naru
Hari ini akan menjadi harta karun berharga bagi kita berdua

Reff:

A D E C#m F#m Em A 
Soba ni itai yo kimi no tame ni dekiru koto ga boku ni aru ka na
Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk dekat denganmu?

D E C#m F#m Bm E
Itsumo kimi ni zutto kimi ni waratte ite hoshikute
Kau dan aku selalu tertawa, itulah yang ingin kulihat.

A D E C#m F#m Em A
Himawari no youna massuguna sono yasashisa o nukumori o zenbu
Kau lembut seperti bunga matahari dan semua kehangatan

D E C#m F#m
Korekara wa boku mo todokete ikitai
Mulai sekarang, Aku akan memberitahu masa depan

Bm E A
Koko ni aru shiawase ni kidzuitakara
karena di sini aku sudah bahagia.

A E D A
Tooku de tomoru mirai 
Kita bahkan sering pergi

F#m E D E
Moshimo bokura ga hanarete mo 
Menyapa masa depan dari kejauhan

A E D A
Sorezore aruite yuku
Aku percaya  masa depanmu

F#m E D E A
Sono saki ni mata deaeru to shinjite
akan lebih baik jika seperti ini

D E C#m F#m
Chiguhagudatta hazu no hohaba 
Aku selalu mengharapkanmu

Bm E
Hitotsu no you ni ima kasanaru
Sebagai salah satu langkah yang kutempuh

Reff:

A D E C#m F#m Em A
Soba ni iru koto nanigenai kono shunkan mo wasure wa shinai yo
Jangan pernah lupakan saat-saat kau berada di sini.

D E C#m F#m Bm E
Tabidachi no hi tewofuru to ki egao deirareru you ni
Kau masih tersenyum saat berjabat tangan sebelum perpisahan

A D E C#m F#m Em A
Himawari no youna massuguna sono yasashisa o nukumori o zenbu
Kau lembut seperti bunga matahari dan semua kehangatan

D E C#m F#m
Kaeshitai keredo kimi no koto dakara
Kalau kau ingin kembali, maka

Bm E  A
Mou juubunda yotte kitto iu ka na
dapatkah kau bilang dengan cukup yakin?

Instrumental

A D E C#m F#m Em A 
Soba ni itai yo kimi no tame ni dekiru koto ga boku ni aru ka na
Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk dekat denganmu?

D E C#m F#m Bm E
Itsumo kimi ni zutto kimi ni waratte ite hoshikute
Kau dan aku selalu tertawa, itulah yang ingin kulihat.

A D E C#m F#m Em A
Himawari no youna massuguna sono yasashisa o nukumori o zenbu
Kau lembut seperti bunga matahari dan semua kehangatan

D E C#m F#m
Korekara wa boku mo todokete ikitai
Mulai sekarang, aku akan memberitahu masa depan

Bm E  A
Hontou no shiawase no imi o mitsuketakara
karena aku sudah menemukan arti kebahagian sejati

A E D A F#m E D E ....

P.S : I would greatly appreciate it if you could give me some feedback.

Thursday, November 6, 2014

Bandung.

Hari ini merupakan hari ke-7 gue meninggalkan kosan gue, meninggalkan kehidupan kampus gue, meninggalkan teman-teman gue, dan meninggalkan kota Bandung tercinta.

Gue sangat merindukan kota Bandung dan semua yang berada di dalamnya.

Selama 4 tahun tinggal di Bandung, gue selalu mengeluarkan cacian-cacian (ke Jakarta dan seisinya) ketika gue harus kembali ke rumah orang tua gue di Jakarta. Macet, panas, individualisnya orang-orang Jakarta, sangat membuat gue muak dengan kota ini.

Meskipun 18 tahun hidup gue dihabiskan di Jakarta tapi Jakarta gak pernah punya tempat yang spesial di hati gue, tidak seperti kota Bandung.

Setiap sudut kota Bandung memiliki ceritanya tersendiri buat gue. Bandung, meskipun gue hanya tinggal disana selama sekitar kurang lebih 4 tahun tapi kota Bandung benar-benar mendapatkan tempat yang spesial di hati gue. Keramahan orang-orangnya, cuaca dinginnya, alamnya, dan tentunya orang-orang yang berada di dalamnya. Orang-orang yang mengisi hidup gue selama 4 tahun gue berada di kota ini.

Gue heran kenapa dulu Bunga ngotot banget pengen bisa kuliah di Bandung, tapi gue udah tau jawabannya sekarang. Cerita tentang Bunga bisa dibaca disini.

Gue sekarang di Jakarta, mungkin gue gak akan balik ke kota Bandung untuk waktu yang cukup lama, mungkin. Mau gak mau gue harus mulai beradaptasi dengan kota kelahiran gue, Jakarta.

Meskipun Jakarta macet, panas, lembab, individualis, tapi pasti ada kebaikan dari kota ini, gue masih percaya. Karena setiap tempat itu pasti istimewa, setiap tempat pasti memiliki pesonanya masing-masing, dan setiap tempat pasti akan memiliki ceritanya tersendiri.

Mungkin kemarin-kemarin gue masih merasa sangat berat buat meninggalkan kota Bandung, tapi sekarang gue ikhlas. Gue akhirnya bisa mencoba untuk mencintai kota Jakarta. Bukan berarti gue melupakan Bandung dan semua yang berada di dalamnya... but ...


... if you keep re-reading the last chapter of your life, you can't start the new one.

Sunday, October 26, 2014

Untitled

Sebulan yang lalu, 26 September 2014, gue telah berhasil menambahkan sebuah gelar di belakang nama gue.
Sebulan yang lalu gue berhasil menghadapi empat orang dosen di dalam ruang sidang, sendirian.
Sebulan yang lalu banyak teman-teman gue yang hadir buat memberikan selamat atas kelulusan gue dari kampus ini.
Sebulan yang lalu gue merasa lega karena salah satu beban dalam kehidupan gue berakhir.

Sebulan yang lalu, selain semua hal yang udah gue tuliskan diatas, akhirnya gue berhasil mendapatkan sebuah jawaban yang .... pahit. Jawaban yang amat sangat tidak gue harapkan. Sebuah jawaban yang membuat kebahagiaan momen pasca-sidang gue gak ada artinya. Semua orang pasti akan merasa senang setelah mereka selesai sidang.... tapi engga buat gue.

Ya seperti itulah kehidupan... always has its ups and downs. Lo akan dibuat naik hanya untuk dijatuhkan kembali.

Kosong, hampa dan tanpa tujuan, itulah yang gue rasakan sampai saat ini sejak kejadian pada malam itu. Gue gatau harus ngapain, gue gatau apa yang akan gue lakukan kedepannya, gue gak bisa berhenti menatap tembok yang menjulang tinggi yang menghalangi jalan gue ke dia.

Dengan sangat bodohnya selama sebulan ini gue terus meratapi dan mencari cara buat melewati tembok tinggi yang menghalangi gue dan dia. Sebuah tembok yang kali ini gak akan pernah bisa gue lewati.

Gue.... entah bodoh atau pantang menyerah, bener-bener tipis perbedaanya.

Gue dulu gak pernah bisa membayangkan kalo kejadian ini bakalan terjadi. Saat ini gue sedang hidup dalam ketakutan yang dulu cuma ada di pikiran gue.

...
..
.

I think one of the saddest things is when two people really get to know each other, their secrets, their fears, their favorites things, what they love, what they hate, literally everything, and then they go back to being strangers.

It's like you have to walk past her and pretend like you never knew her, never even talked to her before, when really, you know everything about her.

Thursday, October 23, 2014

Graduation.

Wisuda merupakan momen dimana kita akan merasa sedih sekaligus senang dalam waktu yang bersamaan, trust me. Rasa senang itu muncul karena kita (akhirnya) dapat mempersembahkan gelar Sarjana kita buat kedua orangtua kita yang telah membanting tulang agar dapat menyekolahkan anaknya sampai Sarjana.

Family Photo

Lalu darimana kesedihan itu muncul?

Buat gue wisuda bukan hanya sekedar tentang kelulusan. Tapi buat gue wisuda itu berarti pindah, pindah ke tahap selanjutnya. Wisuda merupakan suatu momen dimana masa mahasiswa kita berakhir dan babak baru dalam kehidupan kita pun akhirnya dimulai.

Sehari sebelum wisuda, gue merapikan beberapa barang-barang di kamar gue yang akan dibawa kembali ke Jakarta. Bagian tersulit ketika kita akan pindah itu adalah saat kita harus memasukkan barang-barang, yang mungkin penuh kenangan, kedalam dus-dus coklat. Padahal menurut gue berpindah itu sendiri merupakan sebuah proses yang juga (sangat) sulit. Karena, ketika kita berpindah kita akan memulai beradapatsi lagi dari awal di suatu tempat yang asing, di suatu tempat dimana kita sendirian, mulai mengenal orang-orang dari awal lagi dan memulai tali pertemanan lagi dari awal dengan orang-orang baru yang kita temui di tempat asing tersebut.

Seketika itulah rasa sedih muncul pada saat momen wisuda berlangsung, kita harus meninggalkan kehidupan kampus dan kota tempat kita menuntut ilmu selama 4 tahun (mungkin buat yang kuliahnya gak di kota besar malah seneng) dan juga orang-orang yang berada di dalamnya. teman, sahabat, pacar, dan gebetan.

Gue yakin, gak akan gampang untuk memulai sesuatu dari awal lagi, gak akan gampang untuk mengenal dari awal lagi. Tapi ...

...
..
.

Seperti elektron-elektron yang berada pada tubuh kita yang tidak pernah berhenti bergerak mengelilingi inti atom. Apapun yang akan terjadi, kita, mau gamau, harus terus bergerak, berpindah. Karena pada dasarnya seperti itulah kehidupan. Berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.. berpindah dari satu tempat kerja ke tempat lain, dan berpindah dari satu hati ke hati yang lain.

Here's a picture of me and friends. See you on top guys!
Joseph - Tahera - Tori - Irna - Nito
Tugu Soekarno - ITB

PS: Doakan gue untuk segera mendapatkan kerja ya.

Sunday, September 14, 2014

27 Oktober 2019

Gue punya peer group yang isinya 4 orang termasuk gue, sebut aja mereka Alvin, Bima, Wahyu.

Sifat masing-masing dari kita berbeda satu sama lainnya, Bima orangnya panikan dan mager abis. Alvin selalu tepat waktu dan gak pernah wacana, berbeda sama Bima. Wahyu orangnya selow abis dan demen banget ngebully Bima. Yah kalo gue, kalian kan udah tau sendiri gue gimana jadi gak usah gue ceritain lagi lah ya.

Selain kita semua memakai kacamata, ada satu lagi persamaan diantar kita semua, Jomblo.

Entah kenapa berbeda dari hari biasanya, hari ini kita ngobrolin sesuatu yang menurut gue beda, bukan tentang cewek, tapi kita ngomongin tentang masa depan kita nanti. Membayangkan kehidupan kita setelah lulus dari kampus ini.

Tingkat 4 memang sudah bukan masanya berpikir tentang wanita terus, tapi saatnya kita berpikir untuk lebih dewasa. Memikirkan masa depan kita.

Tulisan kali ini gue buat sebagai reminder untuk gue, supaya gak lupa akan janji kita pada hari ini (5 November 2013) buat berkumpul lagi ditempat ini, 5 tahun setelah kita lulus dari kampus ini. Semoga di pertemuan kita nanti, keadaan kita jauh lebih baik dan lebih sukses dari sekarang sob! Aamiin!

Bromo, Mei 2012.

27 OKTOBER 2019

‘LEMBAH GALAU’ KMPN.